Always Keep The Faith! II


Tittle                : Always Keep The Faith!

Author              : NaraYuuki

Genre               : Family/ Romance

Rate                 : -M

Cast                 : All Member DB5K

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

.

.

.

Yang jelek-jelek jangan ditiru ne😉

.

.

AKTF

.

.

“Kau mabuk?” tanya Yunho ketika membukakan pintu apartemen sederhananya untuk Jaejoong. Akibat pertengkaran orang tuanya yang terjadi terus-menerus karena ayahnya suka berjudi dan bermain perempuan, Yunho memilih menghidupi dirinya sendiri begitu dirinya menduduki bangku SMA.

“Kita punya cara sendiri untuk menghilangkan stress bukan?” namja androgini itu masuk begitu saja sebelum dipersiahkan si empunya rumah. Sedikit terhuyung namja cantik itu berjalan menuju satu-satunya kamar di apartemen super minimalis itu.

Namja tampan bermata musang itu mengambil tas yang ditinggalkan sahabat cantiknya, menutup pintu apartemen sederhananya sebelum mengikuti jejak Jaejoong yang sudah terlebih dahulu menghilang di dalam kamarnya.

“Kau berniat kabur dari rumah?” tanya Yunho, diletakkannya tas Jaejoong disamping kaki tempat tidurnya yang tidak cukup besar.

Ani.” Jawab Jaejoong yang sedang melepas bajunya, menggantinya dengan kaus oblong milik Yunho yang warnanya sudah sedikit pudar.

“Lalu apa isi tasmu?”

Namja cantik itu melemparkan tubuhnya sendiri di atas kasur Yunho, mendekap bantal tanpa sarung itu erat, “Malam ini aku tidur di sini.”

“Tidak baik untuk namja baik-baik sepertimu bila sering menginap di sini.” Sahut Yunho yang memunguti baju dan celana Jaejoong yang berceceran di lantai, menyampirkannya dipunggung kursi belajarnya.

Jaejoong menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya pelan, “Malam ini aku akan menemanimu….” ucapnya sebelum menutup doe eyes indahnya perlahan-lahan.

Yunho menyibakkan poni Jaejoong, mengusap wajah sahabatnya yang memang diakuinya sejak dulu sangat cantik itu menggunakan tisu basah milik Jaejoong yang ditinggalkan di sana. Setengah dari isi apartemen Yunho adalah barang-barang milik Jaejoong yang sengaja ditinggalkan pemiliknya usai menginap di sana.

“Sudah ku katakan untuk tidak merokok, bukan? Kenapa kau justru datang ke rumahku dalam keadaan mambuk hum?”

“Agar kau bisa mengurusku….” sahut Jaejoong masih dengan mata terpecam. Jemari lentiknya mencengkeram erat ujung kaus Yunho, “Hari ini jangan berangkat bekerja! Tetaplah di sini bersamaku!”

“Aku butuh bekerja untuk makan.”

“Cih! Kau harus di sini selama aku menginap! Aku benci bantahan!” doe eyes itu kembali terbuka walau sorot lelah tidak bisa disembunyikan mata indah itu.

“Aku akan menemanimu sampai kau tidur….” jemari kokoh mengusap lembut kepala Jaejoong.

“Ku rasa itu lebih baik.”

.

.

“Kau terlihat senang?” tanya Yunho yang baru muncul dari dalam kamar kecilnya ketika mendapati namja cantik itu tengah menyiapkan makan pagi untuk mereka.

“Kau mau makan atau mandi dulu?” bukannya menjawab, Jaejoong justru melontarkan pertanyaan untuk Yunho tanpa mengalihkan perhatiannya dari sepanci sup yang sedang diaduknya.

“Setelah tenagaku terkuras semalam, ku rasa aku memilih makan dulu.” Jawab Yunho, didudukkannya dirinya di salah satu kursi sederhana yang berfungsi sebagai meja makan.

“Pilihan yang tepat. Semalam kau sudah bekerja dengan sangat baik.” Chery lips itu melengkung sempurna ketika menuangkan sup kimchi buatannya ke dalam mangkuk untuk Yunho, “Jja, makanlah!”

“Kau belum mengatakan padaku alasanmu mabuk semalam.” Ucap Yunho.

“Aku bertengkar dengan Yoochun.” Jawab jaejoong. Didudukkannya dirinya di kursi yang bersebrangan dengan Yunho.

“Alasannya?”

“Katanya berteman denganmu hanya akan membawa pengarus buruk untukku.” Jaejoong mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya, “Sialnya dia benar!”

“Hanya karena itu?” tanya Yunho memastikan.

“Lalu kau berharap apa?”

“Ku kira kalian berebut menyukai yeoja yang sama.”

“Cih! Saat ini susah sekali mencari yeoja yang tidak murahan.” Ucapan sedikit ketus itu terlontar dari bibir semerah cherynya.

“Kau benar!” Yunho menganggukkan kepalanya pelan, “Berhentilah mengumpat ketika berada di meja makan! Kau bisa tersedak.”

.

.

“Yuunnn….” lenguh Jaejoong ketika bibir berbentuk hati itu mendarapkan ciuman bertubi-tubi pada punggung dan bahunya.

“Bukankah sudah ku katakan mandi bersama adalah pilihan yang salah, hm?” tanya Yunho dengan suara sedikit berbisik.

“Akan lebih menghemat waktu bila kita melakukannya bersama. Yah!” pekiknya ketika kulit bahu kanannya dihisap kuat-kuat oleh namja bermata musang itu, “Tidak cukupkah yang semalam itu? Kau ingin melakukannya lagi sekarang dan membuat kita berdua terlambat sekolah?”

“Tidak. Tentu saja tidak….”

Aish! Kalau begitu jaga tanganmu!” omel Jaejoong ketika tangan itu mulai meraba dada dan perutnya dari belakang.

“Terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.” Bibir berbentuk hati tersenyum penuh arti.

“Akan ku kebiri kau!” ancam Jaejoong.

“Kau tidak akan berani.”

“Cih! Benar!” Jaejoong mengganggukkan kepalanya pelan, “Tapi bila dia memasuki liang lain, aku tidak keberatan untuk benar-benar memotongnya.”

“Ku pastikan itu tidak akan terjadi….”

“Bagus!” namja cantik itu mengganggukkan kepalanya pelan, membiarkan air dingin shower  membasahi tubuh keduanya.

Dia akan menjadi anak baik bila kau berhenti merokok dan minum. Jagalah kesehatanmu!” pinta Yunho.

“Sedang ku pikirkan.” Sahut Jaejoong.

“Jangan dipikirkan! Tapi lakukan!”

“Baiklah, asal bukan hanya dia yang menjadi anak baik. Kau juga harus menjadi anak baik.”

“Ah… aku tidak janji kalau soal itu.”

“Begitupun aku.”

.

.

“Joongie ya, katakan saja semalam kau menginap dimana?” bujuk Junsu, “Jangan menyulut emosi Chunie.”

Doe eyes kelam itu  menatap bosan namja yang menurutnya terlihat seperti badut menyebalkan itu, “Berhentilah menasihatiku Kim Junsu!”

Yah Kim Jaejoong!” dengan sengit Yoochun menunjuk namja cantik berstatus adik tirinya itu. Sejak kepergian ayah dan ibu mereka ke Jeju tiga hari yang lalu untuk melihat proyek pembangunan resort, Yoochunlah yang diberi tanggung jawab oleh orang tuanya untuk menjaga Jaejoong. Namja berpipi sedikit chuby itu bahkan tidak bisa memejamkan matanya semalam ketika mengetahui bahwa adiknya itu sama sekali tidak pulang usai pertengkaran sepele mereka. Sialnya lagi handphone Jaejoong sengaja ia tinggal di rumah.

“Chunie ya…. Jangan emosi seperti itu!” Junsu mengusap punggung sahabatnya pelan.

“Bagaimana aku tidak emosi, huh? Aish!” Yoochun mengacak rambutnya frustasi. Menghadapi namja cantik bak iblis itu benar-benar membuat emosinya meledak pagi ini.

“Jangan terlalu keras padanya!” Yunho melempar sekaleng soda pada Yoochun yang mampu ditangkap baik oleh namja bermarga Park itu, “Jaejoong menginap di rumahku. Dia bilang dia bertengkar denganmu.” Ucapnya tanpa memedulikan tatapan tajam yang dilayangkan oleh Jaejoong.

“Menginap di rumahmu sama artinya memasuki kandang Harimau.” Gerutu Yoochun. “Itu lebih mengerikan dibandingkan bila dia menginap di jalanan.”

“Bukan kandang Harimau…. Kandang Beruang.” Sahut Yunho, “Ada yang mengatakan bahwa rumahku adalah kandang Beruang.” Bibir berbentuk hatinya tersungging ketika mata setajam musangnya menangkap ekspresi namja cantik itu. Yunho memang sengaja menggodanya.

“Wah… Joongie, lain kali kalau ingin menginap ajak aku ne.” Ucap Junsu, “Aku ingin sekali menginap di rumah temanku.”

“Aku bukan temanmu!” ucap Jaejoong.

“Jangan malu mengakuiku sebagai temanmu.” Junsu melempar senyumnya.

“Lain kali jangan tinggalkan handphonemu di rumah bila kau ingin menginap!” perintah Yoochun.

“Lain kali? Kau pasti tahu kemana tempat tujuanku bila aku kabur dari rumah.” Jaejoong beranjak dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ketiga namja yang menatapnya dengan pandangan yang berbeda.

“Dia memang selalu seperti itu.” Yunho tersenyum penuh arti sebelum mengikuti jejak Jaejoong.

.

.

Jaejoong menjauhkan wajah Yunho dari dadanya, merapikan kemeja seragamnya yang sedikit acak-acakan dan menyisir rambut hitam legamnya menggunakan jemari lentiknya, “Aku tidak mau melakukannya di UKS. Aku benci tubuhku berbau seperti obat-obatan yang memuakkan itu.”

“Bagiku kau tetap harum.”

“Terima kasih untuk sanjungannya.”

“Kembali.”

Jaejoong mengehela napas panjang, “Katakan! Sikapmu hari ini sangat aneh. Kau bahkan membiarkan anak kelas satu yang sudah menumpahkan minuman di atas sepatumu pergi begitu saja tanpa menghajarnya lebih dulu. Apa yang kau pikirkan?”  tanyanya.

“Aku akan pulang….”

Ditatapnya mata setajam musang itu lekat-lekat.

“Pulang ke rumah orang tauku.” Ucap Yunho yang menyadari ekspresi binggung Jaejoong.

Mata Jaejoong membulat.

Umma sedang sakit dan besok hari ulang tahun adikku.”

“Kau ingin aku menemanimu?” tanya Jaejoong.

“Sebenarnya aku ingin kau menemaniku hari ini. Tapi aku sudah berjanji pada Yoochun untuk mengantarmu pulang dengan selamat.”

“Jangan simpan kesedihanmu sendiri, Yun….”

“Bukankah ada kau? Kau yang menjadi tempatku membagi segalanya….” dilingkarkannya lengan kokohnya disekitar pinggang ramping Jaejoong.

“Aku tetap tidak mau melakukannya di UKS!”

“Keras kepala.”

“Kau mengenalku dengan sangat baik.” Sahut Jaejoong.

“Tapi aku ingin…. Bisakah kau berpura-pura sakit agar kita bisa pulang lebih awal dan menghabiskan waktu bersama sebelum aku pergi?” tanya Yunho.

“Kenapa harus ijin, hm?” Jaejoong balik bertanya.

“Baiklah kita bolos!”

“Ku tunggu di tempat parkir.” Jaejoong melepas lilitan lengan Yunho pada pinggangnya, “Ambilkan tasku.”

“Kau ingin Yoochun menceramahiku?”

“Hajarlah dia bila kau ingin.”

“Tidak. Dia kakakmu!”

“Berhenti mengungkit hal yang ingin ku lupakan!” ucap Jaejoong sebelum berjalan meninggalkan Yunho sendirian di UKS.

.

.

Kadang….

Hati manusia tidak bisa terbaca melalui mata, kata dan perbuatannya….

.

.

TBC

.

.

Agak ragu post chap 3 soalnya karakter Umma agak beda dari biasanya :3

.

.

Friday, March 28, 2014

9:09:51 PM

NaraYuuki

14 thoughts on “Always Keep The Faith! II

  1. “…. Semalam kau sudah bekerja dengan sangat baik”
    weeehhh apa mksd ny inio_O
    nahhh ntu YunJae status ny ape? knp isa ‘gituan’… sahabat ato cinta ? ahh atoo jgn” sahabat jd cinta #dJambakYuuki *cerewet* *sokktau*
    ahh.. gg sabar nunggu next chp

  2. eh umpa pacaran ??? ak kura mreka cma shabtan
    apa dari awal mreka emng udh pcaran
    gmna reaksi chunni klo tau jae pcaran sma appa

  3. -Hey Chun cobalah mengenal Yun dengan baik, dia gak seburuk yg kau fikir =_= , aku amplas jidat mu nanti /di tonjok Suie/ bercanda ^_^
    – Ah YunJae, udah, yg adil kalian sama² berubah lah

  4. Ping-balik: Always Keep The Faith! II | Fanfiction YunJae

  5. errr, aq makin bingung ma hubungan mereka,,
    mreka seperti bermusuhan satu sama lain, tp berantem sama marah2’a kek sesama sahabat gitu..
    owh, ternyata mommy ma daddy udh begituan toh??
    sejak kapan??
    apa itu cara mereka berbagi kesedihan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s