Sekam


Tittle                : Sekam

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Yang jelas fantasy gagal

Rate                 : -M

Cast                 : All Member DBSK & Friend

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Tanpa Edit

.

.
.

Baca FF Fantasy Yuuki harus pelan-pelan, biar ga binggung!

FF Fantasy Yuuki tidak terikat dengan kebudayaan manapun jadi silahkan bebaskan imajinasi masing-masing ketika membacanya.

.

.

Untuk Andini :3

.

.

Sekam

.

.

“Kita harus mengasingkan Joongie.” Namja yang memakai mahkota kebesaran bangsa Dryad itu menghela napas beratnya, keputusan ini adalah keputusan tersulit yang pernah diambilnya selama dirinya menjabat sebagai seorang raja. Tetapi apa boleh buat, keputusan berat ini pulalah yang suatu saat akan menyelamatkan kaumnya dari kehancuran.

“Kau tidak akan berani Wonie!” sosok berkulit pucat yang sedang tergolek di atas ranjangnya karena sakit itu menatap nyalang suaminya.

“Bumie, mengertilah….”

“Bagaimana bisa kau tega melakukan hal sekeji itu pada anakmu sendiri, huh? Aku mengandung dan melahirkannya susah payah dengan mempertaaruhkan nyawaku, sekarang saat dia sudah besar kau berencana memisahkan kami? Jung Siwon, lebih baik kau bunuh aku daripada menyiksaku perlahan-lahan seperti ini!” pekiknya histeris.

“Bumie ya…. Kau juga bisa melihat apa yang akan terjadi pada uri aegya bila dia masih tinggal di istana ini, bukan?”

“Tetap saja aku tidak rela anakku kau usir dari rumahnya sendiri!”

“Kim Kibum!” namja bermata setajam elang itu menatap nanar istrinya yang tengah berkutat dengan kesedihhannya, “Bumie ya…. jebbal… mengertilah posisiku!”

“Jangan menyentuhku! Jangan pernah!” bibir merahnya bergetar, lengan pucatnya menampik tangan suaminya yang hendak membelainya.

“Walau bagaimanapun keputusanku sudah bulat. Uri Joongie harus diasingkan dari sini.” Ucap sang raja sebelum meninggalkan ratunya yang menangis meraung-raung.

Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap keduanya penuh marah. Jemarinya mengepal kuat-kuat seolah-olah hendak menghancurkan sebuah batu besar dengan kepalan tinjunya.

.

.

Jleb!

Jleb!

Jleb!

Anak panah itu sukses menancap di papan sasaran dengan keakuratan 99%. Kilau anak panah perak yang terbuat dari tulang naga perak dari timur itu terlihat seperti kilauan permata ketika tertempa sinar mata hari sore ini. Senyum tidak lepas dari bibir penuh semerah buah delima yang sedang merekah itu.

Bruk!

“Aigoo!” pekikkan kaget terlontar dari bibir penuh itu membuat busur dan anak panah yang berada ditangannya terjatuh begitu saja.

“Hyung….”

Nampak seorang anak kecil berusia delapan tahun sedang menatapnya dengan mata setajam mata musang yang sedang memburu mangsanya, “Waeyo? Yunnie kenapa, hum?”

“Hyung…. Apa Hyung akan pergi?”

Direndahkannya tubuhnya agar bisa sejajar dengan tinggi tubuh adiknya itu, senyum tetap menghiasi wajah rupawannya.

“Hyung akan pergi? Meninggalkanku?” bibir berbentuk hati itu bergetar.

“Hyung harus pergi untuk kebaikan Yunie.”

“Wae?”

“Hei, namja tidak boleh menangis.”

“Hyung!”

“Kemarilah! Peluklah Hyung!” direntangkannya kedua lengan pucatnya untuk menyambut hamburan tubuh adiknya. Namja berusia 18 tahun itu tersenyum miris. Dirinya harus pergi meninggalkan tanah kelahirannya dan keluarganya sendiri.

Ada sebuah tradisi yang bangsa Dryad percayai sampai sekarang bahwa apabila seorang raja mempunyai dua orang putra artinya salah satu putranya itu adalah pembawa bencana karena suatu saat akan menuntut tahta. Sehingga biasanya salah satu dari anak itu akan dibunuh ketika mereka masih bayi. Tetapi karena Siwon tidak tega melakukan hal sekeji itu pada putranya raja Dryad itu memutuskan untuk mengasingkan putra pertamanya, Jung Jaejoong.

Kenapa harus putra pertamanya? Kenapa bukan si kecil yang baru berusia delapan tahun itu saja?

Dilihat dari fisik mereka, si kecil bernama Jung Yunho itu terlihat lebih tegas dan garang daripada Jaejoong sehingga Yunholah yang dipilih untuk menggantikan posisi Siwon kelak, sebagai gantinya Jaejoong harus rela meninggalkan tanah kelahirannya untuk menghormati tradisi turun temurun itu.

“Hyung tidak sayang padaku lagi?”

“Hyung sangat menyayangimu Yunie Bear….”

“Lalu kenapa Hyung pergi meninggalkanku?”

“Karena Hyung harus melakukannya.”

“Kalau begitu Hyung tidak meyayangiku lagi.”

“Hyung meyayangimu tetapi Hyung harus pergi.”

“Wae?”

“Karena itu suatu keharusan….”

.

.

“Bumie, ini saatnya.” Ucap Siwon mencoba memberikan penjelasan pada istrinya.

“Aku tidak akan sudi datang mengantar kepergian anakku! Tidak akan pernah!”

Siwon menghela napas panjang, “Kau akan menyesal bila tidak melihat uri aegya untuk terakhir kalinya, Bumie.”

“Aku akan lebih menyesal bila aku melepas kepergiannya. Sama saja aku rela membiarkannya pergi. Tidak!! Tidak akan pernah!”

“Teruslah berada dalam keegoisanmu Kim Kibum!” ucap Siwon penuh amarah, dibantingnya pintu kamarnya, dibiarkannya istrinya menangis pilu sendirian.

.

.

Jemari lentik itu mengusap wajah damai adik kecil yang sangat disayanginya, “Yunie Bear…. Bila kau besar nanti jadilah namja yang hebat seperti Appa! Jadilah pemimpin yang adil dan bijak sana agar para rakyat menghormati dan mencintaimu. Kau harus kuat agar bisa menjaga kaum kita dengan baik. Arrachi?!” diusapnya lelehan air mata yang turun dari sepasang doe eyes kelam itu, membasahi wajah rupawannya, “Hyung pergi ne…. Jaga Umma baik-baik….” diciumnya kening namja kecil itu berlama-lama sebelum beraanjak pergi setelah sebelumnya meletakkan sebuah pedang pusaka di atas meja, pedang yang diperuntukan untuk seorang calon raja, pedang yang dulu menjadi miliknya itu kini menjadi milik sang adik yang sangat disayanginya. Tidak ada dendam dan amarah didalam sepasang doe eyes itu, hanya kesedihan karena inilah terakhir kalinya dirinya bertemu dengan orang-orang yang dikasihinya sebelum pergi untuk selama-lamanya.

.

.

“Ummamu tidak mau mengantarmu.” Siwon bisa menangkap kegelisaan putra sulungnya ketika mencari-cari sosok yang sudah melahirkannya ke dunia ini.

“Arraso.”

Raja itu mendekap erat putra kesayangannya, putra yang dulu kelahirannya sangat dinantikannya itu kini harus rela dilepaskannya, “Jaga dirimu baik-baik ne.”

“Ne.”

“Yoochun dan Junsu Ahjushi akan menemani perjalanaanmu. Carilah tempat yang aman dan nyaman dan bangunlah sebuah pemukiman di sana agar ketika usia Appa sudah perakhir kau bisa pulang untuk mengantar kepergian Appa.”

“Appa… saranghae….”

“Nado Aedul…. nado….”

Perjalanan panjang penuh perjuangan dan kesedihan itu pun akhirnya di mulai oleh sang pangeran Dryad yang terusir dari rumahnya sendiri.

.

.

“Hyung… ketika aku sudah besar nanti, aku akan mencarimu. Dan ketika kau ku temukan, saat itulah kau menjadi milikku untuk selamanya.”

.

.

TBC

.

.

Friday, March 28, 2014

5:00:33 PM

NaraYuuki

 

12 thoughts on “Sekam

  1. incest ini incest kan??
    aigo, demen nh ma cerita kaya gini…
    kasian umma, harus di asingkan. coba klo umma perempuan, pasti ga usah di asingin. tp gpp deh appa pasti bawa umma pulang lg kan???

    yosh, di tunggu chap selanjutnya yuki.

  2. Aigoo~ uri jaejoongie, kenapa nasibmu seperti ini nak? :’v hanya karena tahayul(?) kerajaan seperti itu kau harus meninggalkan rumah? :”v

    yunnie bear, cepatlah dewasa dan jemput uri jaejoongie arrachi? :’v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s