Love in The Circle II


Tittle                : Love In The Circle

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Campur aduk

Rate                 : M-Preg

Cast                 : Member DBSK and Friends (Untuk kebutuhan cerita Marga disesuaikan)

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno and Jung Hyunbin are mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut dan membosankan. Yuuki ga sempat Edit jadi mungkin agak amburadul. Harap dimaklumi.

.

.

.

.

.

FF ini terinspirasi dari mimpi Runa-Chan.

PASTIKAN BACA WARNING!

Jangan lupa baca Note yang Yuuki tinggalkan, ne😉

.                                                      

.

Love In The Circle

.

.

Dari tempatnya berdiri Yunho mengamati satu per satu diatara ribuan fans TVXQ yang keluar dari tempat konser. Yunho memfokuskan matanya agar bisa menemukan ‘dia’ diantara ribuan orang itu hingga matik mata Yunho melihatnya.

‘Dia’ yang Yunho cari selama ini…

Sedikit kalap Yunho berlari menuruni tangga, menabrak beberapa orang fansnya yang berteriak histeris ketika Yunho melewati mereka. Terus berlari mengabaikan teriakan fansnya.

Hup!

Yunho berhasil mencekal lengan itu kuat-kuat.

“Jaejoong….”

Ibu yang sedang menasihati anak-anaknya itu menoleh menatap Yunho.

Yunho tersenyum sumpringah, “Akhirnya… akhirnya aku menemukanmu?” Yunho hendak memeluk sosok itu namun tiba-tiba pegangan tangannya pada sosok yang selama ini dicarinya itu terlepas karena tiba-tiba beberapa orang bodyguard sudah mengerumuni dirinya.

Ternyata aksi nekat Yunho tadi menarik perhatian fansnya. Sehingga menimbulkan histeria tersendiri bagi fans-fansnya.

Yunho hanya bisa menatap nanar sosok yang perlahan-lahan menjauh itu bersama dua orang anak kecil yang sempat luput dari perhatian Yunho sebelumnya.

Siapa mereka?

Apa Jaejoong sudah menikah dengan seorang yeoja dan memiliki sepasang anak kembar?

.

.

“Ah… Theera sshi….” Yunho memanggil seorang yeoja yang terlihat sedang kesusahan membawa beberapa tas saat berada di lobi gedung agensinya.

Ne, Yunho sshi?” tanya YEoja itu sambil berusaha mengambil salah satu tas yang terjatuh.

Yunho mengambilkan tas itu untuk Thera, “Bukankah kau sudah menjadi asisten Kim Ahra selama enam tahun?” tanyanya sambil menyerahkan tas itu pada Thera.

Yeoja itu menggangguk pelan, “Ne. Waeyo?” tanyanya. Diambilnya tas yang diulurkan oleh Yunho, “Gomawo.”

“Apa kau tahu soal adiknya Ahra?” tanya Yunho.

“Ah, Jaejoongie? Namja yang sangat cantik itu? Ck! Sejujurnya aku iri padanya.” Jawb Thera.

“Iri? Kenapa iri?” Yunho menautkan alisnya.

“Lihat saja! Joongie seorang namja tapi memiliki wajah yang bahkan jauh lebih cantik daripada seorang yeoja.” Gumam Thera.

“Ah, ne….” Yunho menggangguk setuju, “Thera sshi, apa Kim Jaejoong sudah menikah dengan seorang yeoja?”

“Huh? Menikah? Siapa? Joongie?” tanya Thera dengan wajah binggungnya.

Ne.” Jawab Yunho.

Ani. Setahuku Joongie belum menikah.” Ucap Thera.

“Eh? Jeongmal?” tanya Yunho.

“Tentu saja. Lagi pula yeoja mana yang mau menikah dengan namja yang bahkan lebih cantik darinya, huh?”

“Lalu….” Yunho seperti sedang mengingat-ingat sesuatu, “Kemarin saat penutupan konser aku melihat Jaejoong duduk di kursi VIP dengan dua orang anak kecil. Itu anaknya, bukan?”

Thera menggangguk pelan, “ Ne, mereka memang anak-anak Joongie. Tapi Joongie belum pintu menikah.” Thera menekan tombol di sisi kanan pintu lift yang masih tertutup.

“Eh? Lalu? Apa Jaejoong mengadopsi mereka? Atau mereka adalah anak saudaranya?”

“Mereka anak Joongie.”

“Kau bilang Jaejoong belum menikah.”

“Memang. Joongie belum menikah, tetapi dia yang melahirkan kedua anak itu.”

Mwo?” mata setajam milik Yunho membulat, “Me… apa? Melahirkan?”

“Ah, siang itu Joongie pulang dalam keadaan yang menyedihkan. Ketika ditanya apa yang terjadi padanya, dia diam saja sampai akhirnya orang tuanya memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya, lubang anusnya robek. Tanpa diceritakan pun kami sudah tahu apa yang menimpanya.” Ucap Thera, “Ku rasa Joongie baru saja diperkosa oleh seorang namja bejat!”

Namja bejat? Aku?” tanya Yunho dalam hati dengan raut wajah binggung.

“Beberapa hari Joongie tidak mau makan dan sedikit depresi, bahkan Joongie nyaris bunuh diri ketika tahu ternyata dirinya tengah mengandung anak namja bejat itu.”

“Anak dari namja bejat itu? Anakku?” batin Yunho yang mulai diliputi rasa bersalah luar biasa.

“Entah apa yang membuatnya bisa bangkit dan menerima keadaannya. Padahal kedua orang tuanya sudah mengatakan tidak apa-apa kalau Joongie ingin mengugurkan kandungannya mengingat itu adalah hasil perbuatan namja bejat tidak bertanggung jawab, tetapi dia sungguh berhati lembut. Dia hanya tersenyum dan berjanji akan membesarkan anaknya, katanya anak itu adalah anaknya walaupun mungkin kehadirannya tidak diinginkan tetapi dia berusaha menerima dan mencintai anak itu. Aigoo! Bila aku menjadi Joongie aku mungkin sudah bunuh diri.” Thera menoleh ke arah Yunho yang memasang raut wajah anehnya, “Yunho sshi? Kau tidak mau masuk? Liftya sudah….” mengabaikan Yunho yang tiba-tiba berlari pergi, Thera segera masuk ke dalam lift yang perlahan-lahan tertutup.

.

.

Mwo? Minta cuti? Kenapa?” sosok setengah baya itu menatap binggung Yunho.

“Ada sesuatu yang harus ku lakukan, Hyung. Jebbal!” pinta Yunho.

“Apa? Apa yang lebih penting daripada TVXQ, huh?”

“Mungkin…. Aku sudah memiliki anak.” Lirih Yunho.

MWO?!”

Bukan hanya sang manager yang menjerit. Changmin yang sedang menikmati serealnya pun ikut memekik kaget hingga terbatuk-batuk akibat tersedak.

“Jung Yunho?!”

Hyung! Yeoja mana yang kau hamili?” tanya Changmin dengan wajah pucatnya.

“Kalian masih ingat Kim Jaejoong?” tanya Yunho.

“Joongie Hyung?” tanya Changmin.

“Kim Jaejoong? Adiknya Kim Ahra yang sempat menjadi asisten kalian?” tanya sang maneger.

Yunho menggangguk pelan, “Jaejoong sudah melahirkan sepasang anak kembar, dan itu anakku.”

MWO?????!”

Yunho akhirnya menceritakan semuanya, apa saja yang terjadi malam itu dan bagaimana dengan teganya dirinya merusak masa depan namja cantik itu. Rasa bersalah yang mencekiknya setiap saat, mimpi buruk yang menghantuinya selama tiga tahun terakhir ini. Yunho menceritakan semuanya apa adanya tanpa ditutup-tutupi hingga pertemuan tidak terduganya dengan Jaejoong beberapa hari yang lalu usai konser.

Tampak jelas raut bersalah, khawatir dan cemas Yunho. Kesedihan itu tidak bisa disembunyikan dari wajah tampannya. Yunho terlihat seperti orang linglung yang kehilangan arah. Bahkan namja bermata musang itu sampai menumpahkan tangisannya. Yunho meneyesal sudah berbuat sejahat itu pada Jaejoong. Yunho menyesal kenapa dirinya tidak sungguh-sungguh selama ini ketika mencari keberadaan namja cantik itu. Yunho menyesal karena tidak bisa menemani Jaejoong ketika namja cantik itu tengah mengandung dan melahirkan anak-anaknya. Yunho sangat menyesal. Jaejoong pasti menderita selama ini. Namja cantik itu pasti kesakitan.

Sungguh….

Andaikan Yunho bisa memutar waktu, pasti saat itu Yunho memilih membatalkan shownya di Jepang dan menemani namja cantik itu hingga tersadar dari tidurnya.

Sayang Yunho tidak mampu melakukannya….

“Kau sudah siap mengambil semua resiko atas tindakanmu ini, Jung Yunho?” tanya sang manager dengan wajah keruhnya, tidak tahu harus bersikap bagaimana karena permasalahan ini, “Kau bisa dikeluarkan dari TVXQ dan didepak dari agensi.”

Yunho menatap managernya dengan tatapan nanar, “Kalau itu adalah bayaran atas perbuatanku pada Jaejoong, maka aku siap menerima semuanya, Hyung. Aku bahkan sudah siap bila harus hengkang dari dunia entertainment ini.”

Hyung….” lirih Changmin.

“Aku memilih kehilangan semua ini daripada harus menyesal seumur hidupku. Aku tidak sanggup bila sisa hidupku harus ku gunakan untuk meratapi kebodohanku.” Ucap Yunho.

Sang manager hanya menghela napas panjang, “Untuk sementara kita rahasiakan ini dari agensi. Jangan sampai pers tahu! Bila semuanya terbongkar, bersiap-siaplah! Kita akan menghadapinya bersama-sama, aku tidak akan meninggalkan kalian, aku akan pasang badan untuk kalian karena bagaimanapun juga aku sudah menemani kalian dari mulai nol.”

Hyung….”

“Jangan memandangku seperti itu! Kalian membuatku merinding.” Ucap sang manager ketika ditatap dengan pandangan haru oleh Yunho dan Changmin, “Tapi untuk cuti aku tidak bisa memberikannya padamu, Yun. Kalian harus menyiapkan album baru, ingat itu! Tapi… aku bisa mengurangi jadwal kalian, akan ku atur ulang jadwal yang sudah ada agar kau bisa menemui anak-anakmu.”

Hyung… gomawo. Jeongmal Gomawo….” ucap Yunho tulus.

.

.

Salah satu disegner yang dipekerjakan oleh Moldir. Itulah yang Yunho ketahui tenang pekerjaan Jaejoong sekarang. Dari asisten artis menjadi seorang disegner? Sungguh luar biasa sosok Kim Jaejoong. Entah hari-hari seperti apa yang sudah dilaluinya. Bagi seorang yeoja saja hamil dan melahirkan bukanlah hal yang mudah, apalagi Jaejoong adalah seorang namja. Membayangkan Jaejoong yang muntah setiap hari, menginginkan sesuatu pada tengah malam namun tidak bisa mendapatkannya, membuat Yunho kembali menitikkan air mata kurang ajar itu. Hatinya tersayat-sayat setiap kali membayangkan hal-hal yang dilalui Jaejoong selama ini.

Lalu….

Bagaimana dengan keluarga namja cantik itu?

Apakah mereka menerima anak-anak yang sudah dilahirkan Jaejoong? Atau mereka membenci anak-anak tidak berdosa itu? Darah dagingnya.

Yunho semakin keras terisak.

Yunho bersumpah, dirinya akan membayar setiap penderitaan yang sudah Jaejoong alami selama ini walaupun harus memberikan hidupnya pada namja cantik itu, akan Yunho lakukan.

Sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil Yunho yang terparkir di salah satu toko Moldir di Seoul, tempat kerja Jaejoong berada. Yunho mengetahui info ini dari managernya yang sebelumnya sudah mencari tahu soal Jaejoong dengan bantuan detektif swasta kenalannya.

Mata Yunho membulat melihat Ahra turun dari mobil itu bersama dua orang anak kecil yang dilihatnya pada konsernya dulu. Anak-anak kecil itu berlari masuk ke dalam toko dengan semangatnya meninggalkan Ahra yang berteriak-teriak memperingatkan mereka untuk berhati-hati.

Setelah seorang baby sitter juga terlihat keluar dari mobil yang Ahra tumpangi, kakak Kim Jaejoong itu bergegas masuk kembali ke dalam mobil. Dan mobil berwarna merah itu pun akhirnya menghilang di tengah jalan.

Yunho yang penasaran segera turun dari dalam mobilnya setelah memastikan jejak air mata di wajah tampannya mengering, setelah memastikan bahwa wajahnya tidak menyedihkan akibat termakan oleh kesedihannya sendiri.

Dengan ragu Yunho memasuki toko dua lantai itu. Lantai pertama untuk etalase sedangkan lantai kedua untuk para pekerja. Yunho tersenyum melihat designdesign tas dalam toko itu, mulai tas tangan sampai tas punggung. Semuanya terlihat sangat indah, elegan dan mewah.

Ah….

Selera Jaejoong benar-benar bagus….

Terlalu asyik dengan pengamatannya hingga membuat Yunho tidak sadar ada seseorang yang tengah berlari ke arahnya.

Bruk!

Sebotol susu itu tumpah membasahi celana yang Yunho kenakan.

“Hiks…. Hiks…. Hueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….”

Yunho tersentak kaget, segera mendudukkan dirinya, “Aigoo! Gwaechanayo? Apa aku mengagetkanmu? Apa aku membuatmu takut?” tanyanya. Yunho binggung harus melakukan apa untuk menghentikan tangisan gadis kecil itu. Yunho terlalu kikuk bila menghadapi anak kecil seperti ini. Akhirnya Yunho menggendong gadis kecil itu dan mengusap kepalanya agar sedikit tenang.

Umma….” rengek gadis kecil itu dengan wajah sembab dan sengungukkannya.

Umma?” tanya Yunho binggung.

Gadis kecil itu menunjuk lantai atas.

Ummamu di sana?” tanya Yunho yang berusaha mengartikan isyarat gadis kecil itu. Hanya anggukkan pelan yang Yunho dapatkan, “Arraso, kita ke sana.” Yunho tersentak kaget ketika lengan kecil itu melingkari lehernya. Seperti inikah rasanya? Seperti inikah rasanya dipeluk oleh anak sendiri?

Umma….”

Renggekan gadis kecil itu membuat Yunho tersadar dari lamunannya. Dengan sedikit ragu dilangkahkannya kaki jenjangnya itu menuju anak tangga pertama yang mengarah ke lantai dua.

.

.

Belum juga  Yunho sampai di lantai dua, langkahnya sudah terhenti karena sosok itu telah berhasil menghipnotisnya.

Umma….” gadis kecil dalam gendongan Yunho menjulurkan kedua lengan mungilnya ke arah Ummanya yang terlihat sedikit syock.

“A… dia menangis karena susunya tumpah.” Ucap Yunho yang tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.

“Maaf merepotkanmu.”

“Biar! Biar aku saja yang menggendongnya!” pinta Yunho saat ibu gadis kecil itu hendak mengambil anaknya dari gendongan Yunho, “Bagaimanapun juga aku adalah ayahnya.” Ucap Yunho.

Mwo?” doe eyes gelap itu membulat.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa >_< Jung Yunho!” jerit salah seorang karyawan toko.

“Jung Yunho? Omo!”

“Kyaaaaaaaaaaaaaaa…. Aku ingin minta tanda tangannya.”

Dan semakin banyak perhatian yang Yunho dapatkan dari para pegawai toko, membuatnya hanya tersenyum canggung ketika mereka mulai mengambil gambarnya.

.

.

Kim Hyunno dan Kim Hyunbin adalah nama sepasang anak kembar itu. Kelakuan polos mereka membuat Yunho tidak urung tersenyum melihat polah tingkah keduanya. Bahkan dengan tidak canggungnya Yunho ikut bermain bersama kedua anak kembar itu mengabaikan tatapan binggung dari para karyawan toko. Toh ibu dari si kembar tidak mempermasalahkan hal itu.

Kedua anak yang sama-sama memiliki mata setajam musang serupa Yunho itu tengah sibuk mencorat-coret kertas gambar mereka menggunakan krayon, membentuk garis-garis tidak beraturan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka sendiri.

Tlak!

“Kalian semua istirahatlah dulu!” ucap sosok cantik itu pada karyawan toko yang lain.

“Tapi Jaejoong sshi….”

“Lakukan! Selama dua jam tutup toko! Jangan kembali ke toko dalam waktu dua jam!”

Enggan memicu kemarahan sang atasan, para karyawan itu memilih meletakkan sejenak pekerjaan mereka dan pergi meninggalkan toko sesuai perintah. Toh, menutup toko selama dua jam tidak akan membuat toko besar itu rugi, kan?

Begitu para pegawai toko pergi, keheningan tiba-tiba saja menyergap kantai dua bangunan toko mewah itu. Hanya suara dari goresan antara krayon dan kertas yang dihasilkan oleh si kembarlah yang menjadi back sound keheningan itu. Setidaknya benar-benar tidak hening seperti tempat pekuburan.

“Jung Yunho sshi, sampai kapan kau akan berada di sini? Kalau kau ingin membeli tas, bukankah etalasenya ada di lantai bawah?”

“Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bermain dengan anak-anakku. Apa tidak boleh?” tanya Yunho.

Mwo? Anak-anakmu?”

“Kalau kau memintaku untuk membeli seisi tokomu agar bisa bermain dengan mereka, maka akan ku lakukan.”

“Aku tahu kau bisa melakukannya, tapi keberadaanmu di sini membuat para pegawaiku tidak konsentrasi bekerja. Mereka selalu melirik ke arahmu dan memotretmu. Itu membuang-buang waktu bekerja mereka!”

“Apa kau cemburu Jaejoongie?”

Mwo?”

“Apa kau cemburu?” Yunho menatap dalam mata bulat besar yang sangat indah itu sambil tersenyum, “Kalau begitu terima ajakan makan siangku, dan aku tidak akan mengganggu para pekerjamu lagi.”

Yah!”

Teriakan nyaring itu mengagetkan si kembar yang sedang menggambar. Bahkan Hyunbin sang adik pun sampai terisak akibat kaget mendengar bentakan ibunya.

“Jangan mengagetkan mereka! Ish!” Yunho mengangkat gadis kecil itu ke dalam rengkuhannya, menggendongnya dan menghapus air mata yang turun membasahi wajah cantik gadis kecil itu.

“Jung Yunho Sshi…. Hentikan semua ini! Jangan libatkan anak-anakku dalam kehidupanmu!”

“Tidak bisa! Aku ayah mereka, mereka anak-anakku. Kau tidak bisa memisahkan kami!”

“Jung Yunho!”

“Aku memang salah karena meninggalkanmu tanpa penjelasan usai memerkosamu dengan sangat biadabnya waktu itu, tapi ku lakukan semua itu agar kau bisa beristirahat. Aku berniat menjelaskannya usai kembali dari Jepang tetapi kau… kau menghilang begitu saja.” Ucap Yunho, “Nomor telponmu tidak aktif lagi, kau juga sudah tidak tinggal bersama orang tuamu. Ahra, kakakmu itu selalu bersikap ketus padaku ketika aku bertanya soal keberadaanmu. Tahukah kau selama ini aku dihantui rasa bersalah. Mimpi buruk selalu mendatangiku setiap kali aku memejamkan mataku. Aku melihatmu menangis, menjerit kesakitan karenaku. Apa kau pikir siksaan seperti itu tidak cukup untukku?”

Jaejoong, namja cantik itu mencengkeram kuat celana yang dipakainya untuk meredakan emosinya yang perlahan membludak.

“Bagaimana perasaanku ketika melihat kalian usai konser itu. Apa kau tahu rasanya? Aku seperti orang gila. Menerka-nerka apakah kau sudah menikah atau belum, apa mereka anak-anakku? Kau tahu rasanya? Aku nyaris menikam jantungku sendiri dengan pisau!”

“Lupakan!”

Mwo?” mata musang Yunho membulat.

“Lupakan kejadian itu! Anggap saja tidak pernah terjadi!”

“Tidak bisa! Apa kau juga ingin aku mengganggap kalau anak-anak ini tidak ada? Kau gila?!”

“Begitu lebih baik!”

Yah! Kim Jaejoong!” kali ini Yunho yang membentak, dan suara bentakannya itu membuat si sulung Hyunno menangis dan berlari memeluk kaki Ummanya karena ketakutan.

“Kenapa kau marah?”

“Apa kau ingin aku melupakan darah dagingku begitu saja? Apa tiga tahun ini otakmu sudah tidak berfungsi lagi? Kenapa kau memintaku melakukan hal keji seperti itu? Aku bahkan sudah mengorbankan segalanya untuk ini.”

“Apa yang bisa kau korbankan untuk mereka, huh?”

“Hidupku, karierku, kehormatan dan harga diriku, semuanya ku korbankan.” Ucap Yunho, “Bisa kau bayangkan bagaimana bila seluruh Korea tahu bahwa seorang Jung Yunho, leader TVXQ memerkosa asistennya sendiri, membuatnya hamil dan menelantarkan anak mereka? Bisa kau bayangkan apa yang akan orang-orang lakukan padaku? Mereka akan menghujatku, memakiku, menghinaku, bahkan mungkin akan mendepakku dari dunia intertainment. Tapi aku tidak peduli dengan semua itu. Aku hanya ingin hidup damai bersama anak-anakku, bersama kalian. Biarkan disisa usiaku aku merasakan kedamaian. Ku mohon….”

Jaejoong diam, mencoba berpikir dengan akal sehatnya yang tersisa. Memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang.

Umma…. lapang (lapar).” Celoteh Hyunno.

“Lapar? Unno mau makan bubur?” tanya Jaejoong. Baby sitter anak-anaknya biasanya sudah menyiapkan bubur untuk mereka sebelum mengantar mereka ke tempat kerjanya.

Bocah tampan serupa Yunho itu menggelengkan kepalanya pelan. “Chiken….”

Jaejoong menghembuskan napasnya pelan. Anak-anaknya sangat manja, mereka akan menangis bila keinginannya tidak dipenuhi. Entah menurun dari mana sifat egois dan keras kepala mereka. Sekali menginginkan sesuatu bocah kembar itu pasti akan tetap merengek minta benda itu sampai mendapatkannya. Itu sedikit merepotkan….

Jaejoong akhirnya menggendong Hyunno dan meminta baby sitter si kembar yang menunggu di ruang tunggu untuk pulang terlebih dahulu karena sepertinya urusan dengan Beruang Besar itu masih harus diurus sedikit lebih lama.

“Jadi kita mau kemana?” tanya Yunho dengan wajah berbinarnya.

“Restoran anak.” Jawab Jaejoong singkat.

“Kita pakai mobilku saja. Bukankah supirmu kau suruh mengantarkan baby sitter anak-anak?” ucap Yunho.

“Kau terlihat terlalu bahagia.” Sindir Jaejoong.

“Tentu saja. Rasanya aku merasa benar-benar menjadi seorang ayah.” Sahut Yunho.

.

.

Dengan telaten Yunho menyuapi kedua anak kembar itu susah payah. Restoran anak dalam benak Yunho adalah restoran biasa yang menyediakan makanan untuk anak-anak dengan dekorasi yang kesemuanya berbau anak-anak, ternyata…. itu mirip sebuah taman bermain anak yang digabungkan dengan restoran, jadi ketika para anak sibuk bermain para orang tua bisa mengisi tenaga mereka dulu.

Itulah yang terjadi….

Hyunno dan Hyunbin sedang naik miniature kereta yang terus bergerak memutar. Walaupun tidak terlalu kencang tetapi agak kerepotan juga bila harus menyuapi dengan keadaan seperti itu.

“Punggungku….” keluh Yunho. Ditatapnya Jaejoong yang hanya berdiri diam memperhatikan kedua anak mereka, “Apa punggungmu juga sakit ketika kau mengandung mereka? Mianhae…. mian karena aku tidak menemani menjalani kehamilanmu yang pasti sangat berat itu.” Sesal Yunho.

“Tidak terlalu berat. Buktinya aku bisa melaluinya dan mereka bisa sebesar itu sekarang.” Sahut Jaejoong tanpa menatap wajah Yunho.

“Kau pasti sangat membenciku.”

“Itu benar. Jangan kau ragukan hal itu!”

“Tapi maaf, mungkin kau akan lebih membenciku setelah ini.”

Jaejoong menoleh ke arah Yunho, menatap binggung sosok yang mau tidak mau memang berjasa atas kelahiran kedua malaikat kecilnya.

“Beberapa hari yang lalu aku menemui kedua orang tuaku, menceritakan soal kau dan anak-anak.” Ucap Yunho, “Appaku menghajarku tanpa ampun sampai perut dan punggungku memar. Ummaku menangis dan memukuliku. Aku sudah membuat mereka kecewa, aku tahu itu. Tetapi… ketika aku mengungkapkan keinginanku untuk bertanggung jawab padamu dan anak-anak, mereka sangat mendukungku. Dan mungkin… hari ini orang tuaku akan menemui orang tuamu.”

Mwo?” doe eyes kelam itu membulat sempurna.

“Menikahlah denganku!”

Andwe!” tolak Jaejoong.

Waeyo?” tanya Yunho dengan ekspresi binggungnya.

“Aku tidak mau menikah bila itu suatu keharusan. Kau boleh saja ayah dari anak-anakku, tetapi aku tidak mau menikah denganmu hanya karena kau ayah anak-anakku. Pernikahan karena sebuah keharusan seperti itu tidak akan berakhir dengan baik.” Jaejoong mengucapkan pendapatnya.

“Kau tahu kenapa malam itu aku mabuk? Kau tahu kenapa malam itu aku tidak bisa mengendalikan diriku begitu melihatmu?”

“Aku tidak mau tahu alasan kau mabuk, aku juga tidak mau mengingat kejadian malam itu!”

“Karena kau….”

“Aku?” pekik Jaejoong hingga mendatangkan tatapan heran dari beberapa pengunjung dan pelayan.

“Aku namja, apa yang kau pikirkan ketika aku bilang aku jatuh cinta pada seorang namja?!”

“Kau gila!”

“Benar, aku gila. Dan semua karenamu.”

Jaejoong menatap tajam Yunho. Enak saja namja bermata musang menyebalkan itu menyalahkannya atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Bukankah seharusnya Yunho yang salah disini?!

“Kau tiba-tiba datang ke dorm. Mengurus semua keperluanku dan Changmin, memperhatikan kami dengan sangat baik, mengurus kami dengan sabar, memasakkan kami ketika kami kelaparan, merawat kami ketika kami kelelahan dan… kau membuatku jatuh cinta. Bentakanmu, omelanmu, cerewetmu, gerutuanmu, semua yang ada pada dirimu….” Ucap Yunho yang akhirnya membongkar rahasia yang disimpannya sendiri selama ini, “Andaikan kau seorang yeoja mungkin aku akan langsung mengatakan perasaanku ini padamu, tetapi kau namja. Aku takut kau akan mengganggapku tidak waras bila aku mengatakan aku sangat menginginkanmu. Jadi aku memilih menjaga jarak darimu, menghabiskan malam dengan segala kegilaan yang mengganggu hati dan pikiranku. Hingga… malam itu terjadi. Maafkan aku….”

.

.

Baik Jaejoong maupun Yunho yang sedang mengantar namja cantik beserta kedua anak mereka pulang hanya bisa berdiri diam melihat orang-orang yang sedang duduk tenang di ruang tamu rumah keluarga Kim itu. Bukannya apa-apa, hanya saja mereka terlihat bingung pada apa yang sebenarnya terjadi.

Kedua orang tua Jaejoong, Ahra dan Thera, asisten Ahra. Kedua orang tua Yunho, managernya dan Changmin yang tidak henti-hentinya mengunyah makanan yang disuguhkan.

Aigoo! Nae sonja?” ibu Yunho segera berdiri dari duduknya, menghampiri Yunho dan Jaejoong. Memeluk Jaejoong sesaat kemudian mengambil Hyunno dari gendongan Jaejoong setelah sebelumnya mencium pipi Hyunbin, “Lihatlah yeobo! Cucu kita mirip Yunho ketika masih balita, bukan?”

Jaejoong hanya memandang binggung Yunho, meminta penjelasan apa yang dilakukan oleh orang tuanya di rumahnya.

Aigoo! Yeopo!” Changmin menatap gemas Hyunbin yang masih melingkarkan kedua tangan mungilnya pada leher Yunho, “Kajja ikut Ahjushi!” diulurkannya kedua tangannya untuk menggendong gadis kecil itu.

Hyunbin yang pada dasarnya pemalu hanya memalingkan wajahnya, menyembunyikannya di leher Yunho. Gadis kecil itu tidak mudah akrab dengan orang yang belum pernah ditemuinya sebelumnya. Sedikit mengherankan juga melihat betapa lengketnya dia dengan Yunho pada pertemuan pertama mereka ini.

Yah!” kesal Changmin, “Baru pertama kali ini aku ditolak oleh seorang gadis, aku benar-benar patah hati.”

“Menjijikkan sekali, Magnae!” omel Yunho.

Changmin tersenyum lebar, “Joongie Hyung…. Bogoshipo….” dipeluknya Jaejoong yang membuatnya harus merasakan jitakan dari Yunho.

“Jangan memeluknya seperti itu!” kesal Yunho.

Hyung kau tahu, Yunho hyung selalu marah-marah bila aku mengatakan kalau aku merindukanmu.”  Bisik Changmin yang bisa terdengar oleh semua orang.

Yah! ku bunuh kau!” Yunho melotot tajam.

Kedatangan orang tua Yunho, manager beserta Changmin ternyata adalah untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi dari sudut pandang Yunho agar masalah ini tidak terus berlarut-larut. Mereka juga menjelaskan perihal usaha Yunho yang selama tiga tahun ini terus mencari keberadaan Jaejoong. Orang tua Yunho pun menyatakan keinginan mereka untuk memasukkan Jaejoong beserta kedua anaknya ke dalam keluarga Jung, bila diperbolehkan.

Orang tua Jaejoong tidak bisa menjawab keinginan orang tua Yunho yang satu itu. Karena semua keputusan ada ditangan putra mereka. Bila Jaejoong bersedia dinikahi Yunho, maka mereka tidak akan melarangnya, namun bila Jaejoong menolak mereka pun tidak bisa memaksanya karena pada akhirnya yang akan menjalani semuanya adalah Jaejoong sendiri.

.

.

“Mari kita buat akta yang baru untuk anak-anak, Boo…. Agar seluruh dunia tahu siapa ayah mereka.” Ucap Yunho saat membantu Jaejoong menidurkan si kembar. Jarak antara pukul 1 siang sampai pukul 3 siang adalah waktunya si kembar untuk tidur. “Agar mereka mendapatkan hak mereka.”

“Lakukanlah apa yang menurutmu benar. Aku lelah dengan semua hal yang terjadi hari ini.” Sahut Jaejoong. “Dan berhenti memanggilku Boo. Aku bukan perempuan.”

Ani. Kau memang bukan perempuan. Kau adalah ibu dari anak-anakku.” Sahut Yunho, “Bolehkan hari ini aku menginap di sini? Besok aku sudah mulai sibuk rekaman. Biarkan waktu yang sangat sedikit ini ku gunakan bersama mereka.”

“Lakukan saja.”

.

.

Beberapa minggu terakhir ini rutinitas yang Yunho lakukan usai melakukan kegiatan keartisannya, rekaman untuk album terbaru serta latihan dance adalah bermain bersama anak-anaknya sepanjang waktu. Bila si kembar ikut ibu mereka ke toko maka Yunho akan mendatangi toko, menunggu hingga toko tutup kemudian mengantar mereka pulang. Kadang-kadang Yunho bahkan menginap di rumah keluarga Kim. Walaupun Jaejoong sering kali mengusirnya karena terlalu sering menginap di sana, tetapi Yunho tidak pernah memedulikan hal itu.

Boo, bagaimana menurutmu?” tanya Yunho yang baru selesai menggelar sepasang kostum beruang kecil di atas tempat tidur si kembar.

Jaejoong yang sedang mengeringkan rambut Hyunbin dengan handuk hanya menatap malas pada Yunho. Entahlah… menurut Jaejoong akhir-akhir ini Yunho sedikit kurang waras.

Yah Ahjumma! Kemarikan Hyunno!” perintah Yunho pada baby sitter yang sedang mengenakan celana popok untuk namja kecil yang tampan itu.

“Mau kau apakan anakku, Jung?” tanya Jaejoong terdengar galak. Jaejoong tidak mau kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi ketika Yunho memakaikan kostum penyihir pada anak-anaknya yang sukses mendatangkan tangis ketakutan dari si kembar.

“Ini hadiah dari istri manager hyung, Boo.” Ucap Yunho yang kini sedang berusaha memakaikan salah satu kostum anak beruang kecil pada Hyunno, “Yah jagoan! Jangan bergerak terus! Appa susah memakaikannya.” Keluh Yunho saat putranya itu sejak tadi bergerak kesana-kemari ketika hendak dipakaikan kostum itu.

“Dasar gila!” gerutu Jaejoong.

“Nah selanjutnya Binie….” ucap Yunho yang tersenyum bangga melihat Hyunno berlarian dengan kostum beruangnya. Tudung yang berbentuk kepala beruang itu membuat Hyunno terlihat semakin menggemaskan.

“Jangan coba-coba!” Jaejoong mendekap erat putri kecilnya yang hanya menatap polos ke arah namja yang akhir-akhir ini sering dipanggilnya Appa itu, serta saudaranya yang berlarian dengan semangat mengelilingi kamar mereka walaupun sesekai terjatuh.

Yunho mencium kilat bibir merah merekah Jaejoong kemudian menggambil Hyunbin walaupun mendatangkan pekikan dari Jaejoong.

Hubungan Yunho dan Jaejoong sedikit rumit. Jaejoong memang tidak lagi menolak kehadiran Yunho disekitarnya dan anak-anaknya tetapi Jaejoong juga tidak menerima Yunho ketika namja bermata musang itu mengajaknya menikah. Jaejoong tidak pernah menolak ketika Yunho berniat mengantarnya ke rumah sakit untuk memberikan imunisasi pada si kembar, Jaejoong tidak menolak ketika Yunho menjemputnya di toko tetapi namja cantik itu akan histeris bila Yunho tiba-tiba saja memeluk ataupun menciumnya.

Entahlah….

Akan seperti apa hubungan yang rumit itu….

.

.

Sepertinya Yunho sudah tidak peduli lagi pada karier keartisanya mengingat sudah beberapa waktu belakangan ini Yunho sering mengajak jalan-jalan anak-anaknya ke tempat umum tanpa penyamaran. Sepertinya Yunho sengaja melakukan hal itu untuk menunjukkan pada dunia bahwa kini dirinya adalah seorang ayah.

Sekarang lihatlah bagaimana dengan bangganya Yunho menemani Jaejoong belanja ke super market besama kedua anak mereka.

Boo, maaf….” ucap Yunho yang berjalan di samping Jaejoong yang sedang mendorong troli belanjaannya.

“Wae?”

“Kemarin aku minta tolong pada Manager Hyung untuk mendaftarkan pernikahan kita di kantor catatan sipil.”

MWO?” doe eyes gelap itu membulat sempurna.

Mianhae karena tidak membicarakan soal ini padamu dulu. Tetapi surat nikah itu dibutuhkan untuk memasukkan anak-anak ke dalam keluarga Jung.” Ucap Yunho mencoba menjelaskan pada Jaejoong.

“Tetap saja, aku belum menerimamu. Kenapa kau bertindak gegabah seperti itu? Kenapa kau memaksaku menikah denganmu padahal aku…” Jaejoong tidak melanjutkan kalimatnya begitu melihat mata setajam musang yang menatap polos kepadanya. Mata Hyunno yang hanya mendatangkan helaan napas dari namja cantik itu, “Ini tidak akan mudah, Jung Yunho!” lirihnya.

Yunho menggangguk mengerti dan mengambil sebungkus coklat ketika tangan mungil putrinya terjulur ke arah etalase coklat, “Karena itulah aku sudah menyiapkan diriku untuk hal terburuk sekali pun.” Ucapnya.

.

.

Jaejoong hanya membatu ketika acara keluarganya semalam itu kini ditampilkan di televisi dan menjadi hot news bukan hanya di media cetak dan elektronik saja tetapi juga media cyber. Foto-fotonya bersama Yunho dan kedua anaknya saat sedang belanja kemarin tersebar luas. Entah siapa pelakunya.

Jung Yunho, leader TVXQ diam-diam sudah menikah dan memiliki anak.

Jung Yunho tertangkap kamera sedang belanja bersama seorang yeoja dan dua orang anak kecil. Siapa mereka?

Menyembunyikan pernikahannya, Jung Yunho takut popularitasnya menurun?

Menikah diam-diam? Apakah itu yang selama ini Jung Yunho lakukan?

Sejak kapan leader TVXQ itu menikah?

Bahkan disalah satu acara gosip itu terlihat sekerumunan wartawan yang mengejar-ngejar Yunho yang baru saja turun di depan gedung agensinya. Bukan hanya Yunho saja yang menjadi sasaran para wartawan itu, Changmin dan manager TVXQ pun tidak luput dari kejaran para pemburu berita itu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa…

Jung Yunho menghamili pacarnya sehingga terpaksa menikah diam-diam.

Pip!

Jaejoong menoleh dan menatap kakaknya dengan pandangan nanar, “Noona….”

“Jangan lihat berita gosip! Jangan pedulikan apapun yang mereka katakan!’ ucap Ahra.

Noona….”

“Yang terpenting, jangan keluar rumah dulu sampai masalah ini selesai!” pinta Ahra.

“Tapi, Yunho….”

“Dia adalah leader TVXQ, masalah seperti ini bukan apa-apa untuknya. Tenanglah!” ucap Ahra berusaha menenangkan adiknya.

.

.

“Hai Boo….” sapa Yunho melalui sambungan telpon.

Jaejoong tidak menyahut.

“Kau sudah melihat beritanya?” tanya Yunho.

Jaejoong tetap tidak menyahut.

“Kau pasti sudah melihatnya, ne?” tebak Yunho, “Apa kau marah padaku, Boo?” tanyanya.

Jaejoong masih enggan menyahut.

Arraso…. Dengar, Boo! Untuk sementara jangan keluar rumah dulu. Urusan Moldir kerjakan di rumah saja. Bukankah Moldir salah satu produk perusahaan milik Appamu? Tidak apa-apakan bila kau ijin sebentar? Mian bila membuatmu tidak nyaman. Aku akan berusaha menyelesaikan masalah ini secepatnya.”

Appaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….” suara nyaring seorang balita terdengar di telinga Yunho.

“Apa itu Binie?” tanya Yunho saat mendengar lengkingan putri kecilnya.

“Hm…. Hyunno merebut bonekanya.” Sahut Jaejoong.

Boo…. Mungkin untuk sementara aku tidak bisa menemuimu dan anak-anak. Tapi aku janji, begitu masalah ini selesai kalian adalah orang pertama yang aku temui.”

.

.

“Mungkin Yunho akan dikeluarkan dari TVXQ. Haahhh…. Padahal mereka sedang berada dipuncak popularitas dan sedang menyiapkan album baru.” Ucap Ahra yang sedang bermain bersama keponakannya.

Jaejoong hanya melirik Ahra, mengabaikan Hyunbin yang merengek ingin bertemu Ayahnya.

“Hari ini konfrensi persnya.” Gumam Ahra.

“Dimana?” tanya Jaejoong.

“Apa?” Tanya Ahra binggung.

“Dimana konfrensi persnya? Apa Noona bisa mengantarku ke sana?”

Mwo? Kemana? Kau mau datang ke acara konfrensi pers itu? Untuk apa?” mata Ahra membulat. Mau apa adiknya menanyakan hal itu.

“Yunho seperti itu karena aku, Noona. Setidaknya aku ingin ikut mennaggung sedikit…”

Yah! Kau gila!” bentak Ahra.

Noona…. Jebbal….”

Siro! Aku tidak mau kau ikut campur masalah ini, Joongie! Pers Korea itu sangat mengerikan! Sama mengerikannya seperti ujian akhir. Ani. Tidak boleh!” tolak Ahra.

.

.

Begitu Yunho memasuki Auditorium yang digunakan sebagai tempat konfrensi, wartawan segera merekam dan mengambil gambar leader TVXQ itu. Suasana yang semula hening segera menjadi riuh. Yunho tidak sendiri, leader TVXQ itu ditemani oleh sang manager dan petinggi agensi untuk menjelaskan gosip yang beredar selama ini.

“Sebelumnya, apakah ada yang ingin ditanyakan?” tanya sang narator.

“Yunho sshi, saya Kim Ririn dari harian Orion. Apakah berita yang menyebutkan bahwa sebenarnya orang yang tertangkap kamera sedang belanja bersama anda beberapa waktu yang lalu itu adalah mantan asisten anda?”

“Benar.” Jawab Yunho.

“Apakah anda menghamilinya?”

Yunho diam sejenak.

“Yunho sshi, apakah anda menghamili asisten anda sendiri? Apakah anda mabuk saat itu?”

“Yunho sshi, benarkan asisten anda itu adalah adik dari model Kim Ahra yang juga satu agensi dengan anda?”

“Yunho sshi, lalu apakah anak-anak itu adalah anak-anak anda?”

“Mohon satu-satu….” ucap sang narator yang kerepotan akibat berondongan pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan.

“Ya….” Yunho hendak menjawab pertanyaan itu ketika tiba-tiba saja Changmin masuk ke dalam ruang Auditorium bersama dengan Jaejoong, “Boo?” mata Yunho membulat.

Pihak agensi segera menyediakan dua kursi tambahan untuk Changmin dan Jaejoong.

Boo, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Yunho dengan suara berbisik ketika Jaejoong sudah duduk tepat di sampingnya, “Hyung!” Yunho berbalik menatap tajam manejernya yang duduk di sebelah kirinya.

Anyeonghaseo, Kim Jaejoong imnida.” Ucap Jaejoong tanpa keraguan ketika pers mulai memotretnya.

“Jaejoong sshi, apakah anda adik dari model Kim Ahra?”

Ne.”

“Apakah anda dulu bekerja sebagai asisten TVXQ?”

Ne.”

“Apakah Yunho sshi menghamili anda?”

“Ne.”

“Apakah….”

“Aku memang sempat bekerja sebagai asiseten TVXQ. Yunho jugalah yang menghamiliku. Tetapi bukankah seorang suami sudah sewajarnya menghamili ‘istri’nya?” tanya Jaejoong.

“Eh? Kalian sudah menikah?”

“Kenapa selama ini anda bersembunyi? Apakah….”

“Bila kau seorang namja dan kau jatuh cinta pada seorang namja, apa yang akan orang lain katakan tentangmu?” tanya Jaejoong.

“Eh?”

“Apa yang akan orang lain katakan bila ternyata kau yang seorang namja jatuh cinta pada namja juga padahal di dunia ini masih banyak perempuan seksi?” Jaejoong mengutarakan pertanyaannya lagi.

“Gila?!” jawab salah seorang kameramen.

Ne. Karena aku tidak mau seluruh dunia menghujat suamiku, makanya kami sepakat untuk diam soal pernikahan kami. Tetapi bukan berarti kami menyembunyikan pernikahan kami, keluarga, kerabat dan sahabat tahu soal pernikahan kami. Tidak ada yang disembunyikan. Pers saja yang kebetulan tidak mengetahuinya.”

“Jaejoong sshi, apa maksud anda?”

“Masih belum sadar? Namaku Kim Jaejoong, aku seorang M-preg, aku namja yang bisa hamil dan melahirkan. Karena itulah Yunho selama ini tidak bicara soal pernikahan kami.” Ucapan Jaejoong itu sontak membuat auditorium itu hening untuk beberapa detik lamanya sebelum akhirnya kembali riuh dengan suara kamera dan gumaman para wartawan.

.

.

“Kau hebat Boo!” puji Yunho, “Karena keberanianmu waktu itu, penjualan album terbaru TVXQ laris manis. Karenamu juga Ahra sekarang mendapat peran dalam sebuah drama dan film. Yang lebih hebatnya anak-anak juga mulai dilirik oleh produk bayi. Dan Moldir semakin sukses. Daebak!” ucap Yunho. Karena konfrensi pers beberapa waktu yang lalu, popularitas TXXQ bukannya jatuh tetapi justru semakin meningkat. Yunho tidak jadi dipecat oleh agensi. Walaupun tidak sedikit yang menolak pernikahan mereka tetapi toh yang mendukung dan salut pada keberanian Yunho serta Jaejoong tidaklah sedikit.

Jaejoong melirik bosan Yunho, “Berhentilah berceloteh! Dasar beruang besar!” Jaejoong sedang kesal sekarang. Tiba-tiba manager TVXQ menelponnya dan mengatakan ada sebuah reality show yang ingin menayangkan kegiatan sehari-hari keluarga Jung. Alhasil rumah orang tua Jaejoong sekarang dipenuhi oleh kru-kru reality show tersebut. Ah, Yunho sudah pindah ke sana semenjak konfrensi pers itu selesai.

Boo, mari kita menikah.” Ajak Yunho.

“Kau sudah menikahiku bahkan tanpa persetujuanku!” omel Jaejoong, “Bahkan anak-anakku pun sekarang menjadi seorang Jung. Ck…”

“Kita memang sudah menikah secara negara, tetapi kita belum menikah secara agama. Ayolah Boo…. Menikahlah denganku!” rengek Yunho.

Ish! Kenapa aku harus terjebak bersama Beruang menyebalkan ini? Aish!” Jaejoong melangkah pergi meninggalkan Yunho yang terus mengekorinya, mengajaknya menikah.

Hidup ini seperti sebuah roda, berputar ke atas dan ke bawah. Tanpa disadari, mungkin orang-orang yang selama ini mengganggu, berbuat onar, adalah jodoh yang sudah Tuhan siapkan. Bagaimana pun juga, roda akan selalu berputar, dan perputaran itu memiliki sebuah poros yang akan selalu statis. Dan siapapun yang menjadi poros itulah yang mungkin suatu saat nanti akan menemani sisa waktu dalam sebuah ikatan cinta yang sakral.

.

.

END

.

.

.

.

Note:

Eksekusi yang gaje ya? Mian. Yuuki ketiknya disela-sela kesibukan soalnya.

Ah, sedikit pemberitahuan. Karena Yuuki sedang menangani sebuah projek sehingga untuk sementara waktu Epislova dan Jung Hyunno belum bisa di post, mungkin selama satu bulan ke depan. Yuuki ga bisa update. Jadi yang menunggu 2 FF itu, mohon sabar ya.

Maafkan segala kekurangan Yuuki ini. Terima kasih bagi siapa saja yang sudah membaca tulisan-tulisan gaje Yuuki #bow

.

.

Monday, February 24, 2014

12:01:04 PM

NaraYuuki

11 thoughts on “Love in The Circle II

  1. eonni bikin bingung anak yunjae kembar ania? satunya namja dan satunya yeoja. kim hyuno dan kim hyunbin. kenapa sebentar jd hyunbin dan sebentar jd hyeri #tepokjidatjussi.
    seandainya sikap appa sesuai epep ini betapa bangganya aku. rela dikeluarkan dr tvxq demi umma.
    ummaku keren bisa mengatasi masalah hubungan mereka di media. #pelukumma.
    semoga mereka bahagia direal kehidupan mereka :3

  2. ini ff eonnie terpanjaaannggggggg kyk na deh hahahaha
    hmm suka eon
    akhir na mereka bersatu walau ada konflik2 kecil dulu :3

    ahh yg penting jung hyunno na udh gg bikin aku galau eon hahahaha
    eonnie juga jangan sampe capek iia😦

  3. waaaa eon msih sempetin bkin ff di tngah kesibukan
    gomawooo neeeee
    mmm ak bngung hyuno hyubin tpi changmin pngn gendong hyeri
    tak apalahhhh
    yg lain sbuk ngomongin rncna nikah yunjae , changmin ttp sbuk ma makanan gtu
    ya ampunnn
    ummma kren bngt di konfrensi persnya

  4. gak tau mesti nangis atau senyum baca ni chap. entah kenapa koq rasanya jadi nelangsa ya. cueknya jae, persistennya yunho. aigoooo.
    btw, nama putri yunjae berubah-rubah kyknya dari hyunbin ke hyeri trus balik lagi ke binnie.

  5. senyum2 saya jdnya ngebayangin tingkah yunho yg seenak jidatnya selalu memgekori jaejoong hihihihi sungguh pasangan ini tuh terlalu “SomeThing” buat saya..
    gumawo ff nya yuuki

  6. ending yang keren dan memuaskan
    walopun belum tau umma sudah jatuh cinta sama appa atau belum

    jika ini real aku cuma berharap yunho bisa bertemu sama jaejoong aja gak lebih

  7. nunaaaa, keren banget ffnya!!! ^o^ bikin yg versi panjangnya dong nuuun #puppyeyes
    Dari pertama kali baca ff bikinannya nuna ampe skrg gak pernah boseeen~^^ Terus berkarya bikin ffnya ya Narayuuki nunaaa ~^o^/ kalo sampe vakum ato ffnya nuna dihapus aku bakal nangis 7 hari 7 maleeem #lebaaay xD
    Pokoknya semangat terus ya nunaaa!!! \^o^/

    by fadel fanboy yjs :-^*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s