Pain Of Love III


Tittle                : Pain Of Love

Author             : Marcia Hannie & NaraYuuki

Genre               : Romance/ Drama/ Fammily/ Friendship/ Angst/ Hurt/ Death Chara

Rate                 : T-M (bergantung kebutuhan)

Cast                 : Umma, Appa, Others, OOC

Disclaimer:      : They are not mine but Jung Hyunno is mine, NaraYuuki. This Story is our, Marci & Yuuki

Warning           : Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Yuuki & Marci tidak menggunakan POV ini itu (karena binggung ngetiknya) jadi semoga yang baca tidak binggung dengan FF ini. Italic (ditulis miring semua kramanggung/ wawancangnya (dialog dan kalimat pengantarnya) berarti kejadian dimasa lalu).

.

.

Pastikan baca warningnya dulu!

.

.

Pain Of Love

.

.

“Jangan bermain-main Kim Jaejoong!” bentak Yunho penuh amarah saat dirinya dan bandnya sedang latihan. Tidak seperti hari-hari biasanya, latihan kali ini sungguh memuakkan dan membosankan untuk Yunho. Pasalnya sejak satu jam yang lalu vokalis kebanggaan bandnya melakukan banyak kesalahan.

Ya, Jaejoong.

Sejak memulai latihan satu jam yang lalu, Jaejoong banyak melakukan kesalahan. Suara tiba-tiba false saat menyanyi nada tinggi, padahal hari-hari sebelumnya suaranya terdengar sangat jernih walaupun menyanyikan nada diatas tiga oktaf. Bukan hanya itu saja. Suara Jaejoong juga tiba-tiba serak dan menghilang ketika baru memasuki pertengahan intro sehingga latihan harus diulang dari awal berkali-kali.

“Baby, lebih baik kau saja yang menggantikannya menyanyi.” Yunho merebut mik yang berada di tangan Jaejoong untuk diberikan pada Karam yang sejak beberapa hari yang lalu ikut menemani Yunho latihan mengingat hubungan mereka sekarang lebih dari teman.

Brak!

Seunghyun melempar stik drum yang berada di tangannya, Jung bungsu itu menatap tajam Yunho.

“Kau tidak boleh egois seperti itu, Hyung!” ucap Yoochun, “Karam bukan anggota dari band! Suaranya tidak sejernih suara Joongie.”

Changmin mengganggukkan kepalanya, “Lagi pula karakter suara Karam sangat tidak sesuai dengan warna musik band kita.”

Seunghyun berjalan menghampiri Yunho, Karam dan Jaejoong yang masih berdiri mematung. Sulung dari empat bersaudara Jung itu kemudian merampas mik yang berada di tangan Karam secara kasar.

“Hyung!” protes Yunho yang tidak terima hyungnya sendiri bersikap kasar pada kekasihnya.

“Kau tidak bisa memutuskan sepihak seperti itu, Jung! Hanya karena dia dia namja chingumu bukan berarti kau bisa seenaknya menggatikan posisi Joongie dengan dia.” Seunghyun berkata sedikit dingin dan menunjuk Karam tepat di depan wajahnya. Andaikan bisa, Seunghyung pasti akan merobek wajah angkum menyebalkan yang mirip dengan wajah Jaejoong, namja yang dicintainya.

“Hyung, Gwaechana…. Ini salahku.” Ucap Jaejoong melerai pertengkaran kakak beradik itu. Jaejoong tidak mau hanya karena kesalahannya Seunghyun dan Yunho bertengkar.

“Hyung dengar?! Itu salahnya! Wajar kalau kita menggantinya. Karam bisa lebih baik dari dia!” Yunho bersikeras.

“Yunie, sudah! Tidak apa-apa. Joongie memang memiliki suara yang jauh lebih merdu dariku.” Ucap Karam dengan wajah sedihnya.

“Kajja kita pergi!” Yunho menarik tangan Karam.

“Yah Hyung! kita belum selesai latihan!” teriak Yoochun, “Aish! Si brengsek Karam benar-benar sudah mencuci otaknya.” Gerutu Yoochun.

“Hyung….” Changmin menyenggol lengan Yoochun.

“Joongie ya…. Mianhae….” ucap Yoochun dengan suara sedikit menyesal, “Tapi saudara kembarmu benar-benar brengsek.”

“Joongie, kemasi barang-barangmu. Lebih baik kita pulang sekarang, sepertinya Yunho pabo itu tidak akan kembali lagi kemari.” Ucap Seunghyun.

.

.

“Wonie, entah kenapa aku kurang mengukai hubungan Yunie dan Karam.” Ucap Kibum saat sedang menyiapkan makan malam untuk keluarganya.

Siwon menggangguk pelan, “Aku juga kurang suka dengan saudara kembar Joongie itu. Wajahnya memang mirim Jaejoongie tapi….”

“Jangan membancingkan Joongie dengan Karam, Appa! Jongie ibarat bunga Lisianthus (paling mahal di dunia) yang $35 per tangkai sedangkan Karam ibarat bunga Sigung Barat (Kubis Western Skunk, bunga paling bau di dunia).” Ucap Seunghyun yang baru datang.

“Waeyo Hyunie?” tanya Kibum.

“Karam itu ular berbisa menyebalkan, Umma!” ucap Seuhyun.

“Waeyo?” kali ini Siwon yang bertanya.

“Karam selalu berwajah malaikat bila di depan Yunho hyung tetapi begitu berada di hadapan Joongie, namja itu sama buruknya dengan ibunya.” Sahut Yoochun yang datang bersama Changmin.

“Ku harap dia pergi dari sini! Dia seperti seorang benalu menyebalkan yang harus dibasmi dengan pestisida!” ucap Changmin kesal sambil mengambil sepotong kue.

“Minie, jangan bicara seperti itu.” Kibum mengingatkan.

“Wae? Aku tidak takut pada Yunho hyung karena aku tahu Seunghyun hyung dan Yoochun hyung akan membelaku dari amukan beruang menyebalkan itu!” ucap Changmin yang mendapat anggukan dari Seunghyun dan Yoochun.

“Tapi kita tidak bisa apa-apa, hm? Yunho sendiri yang menginginkan semua ini, bukan?” tanya Siwon. Bagaimanapun juga semua ini memang keputusan Yunho sendiri. Sebagai orang tua Siwon hanya bisa memberi nasihat dan mengingatkan putranya karena memang Yunho sendirilah yang akan menjalaninya.

“Dan ku harap pada pesta ulang tahunnya minggu depan, Yunho tidak berulah.” Gumam Kibum.

.

.

Ketika engkau anak seorang konglomerat, tidak mengherankan bila engkau mendapatkan pesta perayaan ulang tahun yang meriah dengan kue tart berukuran raksasa, banyaknya undangan baik yang engkau kenal ataupun tidak, ucapan selamat bertubi-tubi entah tulus ataupun tidak dan jangan lupakan gelimangan kado yang akan engkau terima.

Bisa kau bayangkan bukan seperti apa mewahnya pesta ulang tahun seorang Jung Yunho yang merupakan putra seorang Jung Siwon dan Kim Kibum?

Ya….

Pesta yang super mewah dengan ratusan undangan kelas atas, kue tarat yang dipesan khusus dari chef yang menangani dapur hotel kelas bintang lima, hadiah-hadiah mahal yang diterima serta ucapan selamat berkali-kali yang dilayangkan untuknya.

Ah….

Jung Yunho benar-benar sangat beruntung.

Hampir seluruh teman sekelasnya diundang dalam acara urang tahun itu, termasuk Jaejoong.

Saat ini namja cantik itu tengah asyik menemani si Food Monster menjelajahi meja-meja panjang yang menyajikan berbagai macam hidangan lezat untuk pesta perayaan ulang tahun Yunho, sementara Seuhyun dan Yoochun tengah menyapa dan berbicara pada kenalan mereka yang kebetulan juga diundang dalam acara itu. Jaejoong yang awalnya terlihat sangat ceria mendadak merasa pusing. Jaejoong menyentuh kepalanya, mencoba menahan nyeri yang tiba-tiba saja datang menderanya.

Changmin yang menyadari hal itu dengan sigap menopang tubuh Jaejoong. “Kau tidak apa-apa, Hyung?” tanyanya dengan wajah khawatir

“Ne, aku tidak apa-apa….” jawab Jaejoong, “Hanya merasa sedikit pusing dan….” ucapan Jaejoong terhenti ketika tiba-tiba terdengar suara Yunho melalui mikropon yang dipegangnya. Sontak Jaejoong dan Changmin serta seluruh tamu undangan mengalihkan perhatian mereka pada Yunho. Bahkan Changmin tidak menyadari Jaejoong yang mulai panik dan gusar karena kucuran darah yang tiba-tiba merembes dari hidung mancungnya.

“Mohon perhatiannya.” Ucap Yunho yang berusaha menarik perhatian para tamu undangan, “Hari ini saya Jung Yunho, putra kedua keluarga Jung ingin mengumumkan suatu hal penting dalam hidup saya.”

Orang-orang mulai berkasak kusuk penasaran. Jung appa atau Jung Siwon, terlihat bingung. Pasalnya Yunho─seingat Siwon─tidak mengatakan apapun tentang hal ini. Ayah Yunho itu pun melirik istrinya, Kim Kibum hanya mengendikkan bahunya tanda bahwa ia pun sama bingungnya dengan sang suami.

Yunho kemudian berjalan dengan gagahnya menuju ke arah Karam berada. Semua orang terperangah ketika Yunho tiba-tiba berlutut di depan Karam. “Kim Karam, aku tahu ini terlalu cepat. Tapi aku tidak ingin terlalu lama menahannya. Aku mencintaimu. Aku juga tahu kau mencintaiku. Jadi, apakah kau mau menjadi istriku kelak?” ucap Yunho dengan gugupnya.

Semua orang hanya mampu terdiam.

Karam pun hanya mampu terkaget-kaget, memasang wajah yang seolah-olah ingin menunjukkan bahwa dirinya terlihat imut didepan semua orang.

Suasana tiba-tiba terasa sangat hening.

Tidak ada seorang pun yang mengeluarkan suara.  Bahkan Tapi tidak seorang pun menyadari keadaan seorang namja cantik diujung sana. Bahkan Changmin yang tadinya menopang tubuh Jaejoong, melepaskan tangannya begitu saja dari pundak Jaejoong. Tidak menyadari hyung cantiknya itu kini begitu terpukuk.

Jaejoong shock. Tubuhnya terhuyung ke belakang. Susah payah Jaejoong menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Mata indahnya memancarakan ekspresi shock yang begitu besar. Tidak percaya pada hal yang dilihat dan didengarnya berusan. Jaejoong terluka kembali. Hatinya sakit sekali. Jaejoong tidak percaya. Jaejoong menggelengkan kepalanya. Tidak sanggup lagi, Jaejoong berbalik arah. Segera berlari meninggalkan halaman belakang keluarga Jung tempat pesta ulang tahun Yunho diadakan.

Jaejoong tidak sanggup lagi bila harus berada di sana lebih lama. Jaejoong melihat dengan jelas Karam yang menyeringai bengis kepada Jaejoong, ketika Karam melihat wajah pias Jaejoong dan air mata yang perlahan mengalir di wajah cantiknya yang sekarang terlihat sangat tirus.

.

.

TBC

.

.

 

.

.

Cuap-cuap Marci :

Halooo.. Nyehehehehe.. Mian baru nongol. Marci ama Yuuki kemaren2 sibuk ama real life. Dan juga Marci ga bisa ngetik lewat laptop. Coz laptop Marci disembunyiin namja Marci. Gara2 Marci pendarahan dan hampir kehilangan aegya Marci. Namja Marci menutup smua akses ke net. Ini jg baru bisa lwt hp sodara dgn penuh paksaan dan sogokan#plakk
Yuuki chaaannn, aku padamuuu#poppo Yuuki.

Gomawo ne selalu ada saat Marci down.

Readerdeul, doakan Yuuki selalu sehat ne. Coz Yuuki yg paling sibuk ama ni ff. Chap depan Marci panjangin lg deh.

Doain ya Aegya Marci baik2 aja. Gomawo bagi yg dah baca dan Review. Gomawo jg bagi Siders.

Sapapun kalian Marci mencintai kalian#mewek

See u next chap.. Saranghae

.

.

Friday, February 21, 2014

9:24:15 PM

Marci & Yuuki

11 thoughts on “Pain Of Love III

  1. ihhh ikut sakit hati saya bacanya, appa ma karam nyebelin…berharap sich tdnya joongie pingsan ditempat dngan hidung yg berdarah darah hehehe .
    Marci & yuuki jngn terlalu memaksakan untk update cepat ne bagaimana pun kehidupan real n kesehatan kalian tuch lebih penting… yah walaupun saya sebagai reader penginnya cepet update, tp saya cukup tau diri klo kalian pnya kehidupan sendiri jd ,.. Mercy semoga eagyanya baik2 & sehat sama yuuki jg semoga selalu sehat… pokoknya kalian harus selalu sehat ne, biar saya selalu bisa baca ff kalian. hwaiting \(^_^)/

  2. maaf eon sebener na aku sempet lupa cerita na dan harus baca chap sebelum na hehehe
    tp marci eonnie jangan sampe capek iia, sampe dedek na bahaya gitu😦
    tolong jaga kesehatan

    uuhh bete aku sm karam
    sm yunppa juga, udh buta kali iia krn kebusukan karam
    ciihhhh bete!!!!
    jaema gg kenapa2 kan
    itu sampe mimisan ㅠㅠㅠ

  3. aq telat nie, tp kuharap aegya marci baik2 aja, udh lahirkan skrg??
    udh gede donk?? ^^
    btw marci, yuuki, aq ga kuat kek’a baca ini ff, nyesek bgt soal’a,,
    jadi kek’a aq ga bakal nerusin baca ini ff lg, mungkin nnti kl aq udh kuat aq lnjutin lg baca’a..
    skrg aq mau baca yg lain dl ya.. :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s