Never Ever…. Chap I


“Lama menungu?” gadis cantik itu tersenyum, kemudian duduk manis di kursi kafe. Dilepaskannya syal hangat yang melilit lehernya, kacamata yang menyembunyikan keindahan matanya, serta sweter yang memberikan kehangatan padanya.

Yeah, sangat lama….”

Mianhae….”

Namja tampan berlesung pipi itu mengusap kepala yeoja cantik yang duduk disampingnya, “Gwaechana, aku hanya bercanda…. Kau siap? Kita akan pulang hari ini.”

Ne, I’m ready…. Aku sudah mengirim barang-barangku kemarin.”

“Aku harap lukamu sudah sembuh, jadi saat kita kembali kau tidak akan terluka lagi.”

Yeoja itu meletakkan tangan sang namja kepipinya, menyalurkan kehangatan untuknya mengingat diluar sana hujan sedang mengguyur tanpa ampun menguarkan rasa dingin yang menyesakkan.

 

The further apart we are, the closer I feel to you

Even loneliness becomes strength

…When I think of you

It’s the pieces of my dreams that are sticking into my heart so painfully

That we meet just like that was a miracle

Believe in it once more

On the days when you weren’t here I stopped completely

But I’ve started walking again

Absolutely every coincidence had meaning

When I shared it with you

 

Mian, saya terlambat…. Saya baru pulang dari Jepang.” Namja tampan nan gagah itu memamerkan lesung pipit kebanggaannya, membuat semua orang yang berada di ruang rapat yang tengah menunggunya sedari tadi itu meleleh karena pesona dan kharismanya.

“Silahkan duduk Direktur Choi, kami belum memulai rapat ini.” Ucap seorang peserta rapat.

Choi Huan, namja berusia 25 tahun itu duduk dengan tenang di kursinya. Namja yang menduduki posisi direktur di Choi corp itu mulai membaca berkas dan materi rapat yang dipresentasikan oleh wakil Cho corp. Yeah, Choi corp dan Cho corp memang menjalin kerjasama untuk memperbesar usaha mereka.

 

“Kim Hyeri, mulai hari ini sampai tiga bulan kedepan dia menjadi pengawas team perencana dan pelaksana.” Ucap seorang yeoja setengah baya yang menampakkan gurat ketegasan diwajahnya.

“Siapa dia?” tanya Mora, yeoja manis yang menempati posisi manager perencanaan dalam kerjasama antara Choi Corp dengan Cho corp.

“Tangan kanan direktur Choi.”

“Tapi halmoni….”

“Kwon Mora!”

Arraso…. Jadi kapan dia akan datang kesini untuk mengecek?” tanya Mora.

“Mungkin besok atau lusa.” Jawab Halmoni Cho, “Siapkan segalanya dengan baik! Jangan sampai direktur Choi menarik investasinya, kita bisa rugi besar.”

Ne.”

 

Napasnya terengah-engah, keringat membaahi sekujur tubuhnya, lagu Mirotic DBSK masih menggema di ruangan sepi itu. Tarian dan gerakan eksotik membuatnya terlihat semakin indah dan sexy. Wajah cantik penuh peluhnya sama sekali tidak mengurangi keindahan seorang Kim Hyeri yang tengah menari.

Pip. Tiba-tiba lagu yang menghentak itu berhenti.

Hyeri merengut kesal menatap seorang namja yang tengah berjalan kearahnya sambil memamerkan lesung pipitnya.

“Kenapa kau matikan?”

“Istirahatlah!” namja itu mengusap peluh diwajah cantik Hyeri dengan punggung tangannya.

“Apa kau lupa?” Hyeri mengalungkan lengannya dileher namja itu erat, “Inilah caraku beristirahat.”

“Kita sudah tidak di Jepang lagi, jadi istirahatlah….”

“Hmm….” Keluh Hyeri ketika namja itu melumat bibir merahnya lembut, sangat lembut.

“Kita pulang!”

“Huan….”

“Ne?”

“Kau bertemu dengannya?”

Ani. Waeyo?”

Gwaechana….”

“Semua akan baik-baik saja, ne? Aku akan menjagamu seumur hidupku….”

 

Hyeri memejamkan matanya, bukan tidur, hanya berusaha beristirahat. Dibiarkannya Huan yang sedang asyik dengan kegiatannya sendiri.

“Buka matamu…!”

Perlahan Hyeri membuka matanya, memperlihatkan mutiara indah nan jernih itu pada Huan.

Huan tersenyum, dielusnya pipi tirus yeoja yang sedang ditindihnya itu, “Aku bersumpah aku akan menyembuhkanmu walaupun dengan keterbatasan waktu yang aku miliki….”

“Huan….” Lirih Hyeri.

Ne?”

“Penuhi aku!”

Namja itu tersenyum, memperlihatkan lesung pipit yang sangat Hyeri sukai, “Dengan senang hati….” Dilumatnya bibir merah Hyeri penuh cinta, yeah cinta. Sedikitpun tidak ada nafsu disana, hanya cinta yang membuat Huan melakukan apapun yang diinginkan Hyerinya. Bibir Huan menjalar ke leher jenjang Hyeri dan menciumnya, menghisap serta menggigitnya.

“Eng….”

Huan menatap wajah merah Hyeri yang tengah terengah mengatur napasnya. Di kecupnya bibir yang selalu membuatnya mabuk itu sebelum membuka kancing kemeja yang Hyeri kenakan. Kebiasan Hyeri saat tidur adalah memakai kemeja kebesaran milik Huan. Diremasnya payudara sebelah Hyeri yang berisi, sedangkan lidah dan mulutnya sibuk mengulum dan menjilati payudara sebelah kiri Hyeri.

“Huaaan….” Desah Hyeri.

“Hem? Berubah pikiran?” Tanya Huan sambil membelai pelan klitoris Hyeri.

Hyeri menggelengkan kepalanya pelan, “Rasuki aku!”

“Bersiaplah….”

“HUAN!” jerit Hyeri tertahan saat hentakan lembut membuat Huan berada didalam tubuhnya, Hyeri memeluk leher Huan erat, takut. Hyeri takut sekali.

“Aku akan memenuhimu…. Saranghae….” Bisik Huan disela aktifitasnya menghujam Hyeri.

Setitik cairan bening turun membasahi wajah cantik Hyeri. Tak tahan melihat wanita yang dicintainya menangis, Huan menggenggam erat tangan Hyeri, mencium bibir merah wanita cantik itu yang semakin terisak.

“Aaaargh….” Hyeri mengeratkan pelukannya, merasakan cairan hangat merasukinya, membuatnya penuh.

Huan jatuh menimpa tubuh Hyeri, menyibakkan poni yang menutupi wajah cantik wanita itu kemudian mengecup keningnya lembut penuh cinta. Huan mendekap Hyeri dan menarik yeoja yang masih terisak itu tanpa melepas penyatuan mereka.

“Sht…. Uljimarayo….”

Miah….” Lirih Hyeri.

Gwaechana…. Tidurlah…. Aku disini akan menjagamu….”

Perlahan Hyeri menutup matanya, tertidur dalam pelukan Huan, namja yang sangat mencintainya, namja yang rela memberikan apapun untuk kebahagiaannya. Hyeri tahu dirinya telah melukai Huan, namun untuk sekarang biarlah dirinya egois. Biarlah dia seperti ini, biarlah dia berada di sisi Huan sampai waktu memisahkan mereka.

 

 

 

 

Seorang penulis akan merasa dihargai apabila tulisannya mendapatkan sambutan hangat dari readernya. Aku ga butuh sambutan hangat, cuma butuh komentar aja tentang hasil tulisahku ini.
Tinggalkan jejak ^^

NaraYuuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s