Ije chap IV


Menunggu dan menunggu, itu yang Hyeri lakukan dua tahun belakangan ini. Menunggu Huan menjemputnya, walaupun sepertinya hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi. Bukan karena Hyeri merasa lelah menunggu, bukan karena Hyeri tidak mencintai Huan lagi, bukan karena itu, tapi karena diri Hyeri sendiri.

Hyeri merasa dirinya tak pantas lagi untuk Huan, Hyeri bahkan tak yakin apa Huan masih akan mencintainya apabila tahu keadaannya sekarang. Dua tahun lebih Huan pergi ke AMerika untuk belajar dan meraih kembali kehormatan keluarganya, dua tahun pula Hyeri menetap di London bersama dengan Hyunno. Tentu mereka tinggal satu atap, tak heran bukan?

Hyeri mengambil kemeja Hyunno untuk menutupi tubuh polosnya, menatap sendu pemuda yang tengah terlelap itu dan berjalan perlahan menuju ke kamar mandi.

“Huan, lupakan aku….” batin Hyeri. Dibiarkannya air dingin dari shower mengguyur tubuh polosnya, membersihkan peluh, kesedihan, air mata dan beban yang selama ini disimpannya.

“Ah….” Desahan keluar dari bibir tipis Hyeri saat dirasa sebuah tangan meremas buah dada sebelah kanannya.

“Kenapa meninggalkanku?” Cho Hyunno sang pelaku mencium bahu basah Hyeri, meniggalkan tanda kepemilikan disana.

Hyeri diam.

Hyunno membalik badan Hyeri menghadapnya, tanpa menunggu persetujuan Hyeri, pemuda itu sudah melumat bibir Hyeri.

Dua tahun lebih terbiasa dengan sentuhan Hyunno membuat Hyeri menikmati setiap perlakuan Hyunno padanya, walaupun setengah mati Hyeri ingin mengingkarinya, walaupun setengah mati Hyeri ingin menjeritkan nama Huan, namun tak pernah bisa dilakukannya. Perlahan-lahan Hyunno menghapus ingatan Hyeri tentang Huan.

I miss U….” Hyunno mencium leher Hyeri mesra.

“Hyun….”

Arraso….”

 

“CHO HYUNNO….” Jerit Hyeri saat dengan bringas dan penuh nafsu Hyunno menghisap klitoris Hyeri, membuat wanita cantik itu mengapit kuat kepala Hyunno dengan kedua pahanya.

Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, dimulai sejak Hyeri bersedia menerima perjanjian dengan Hyunno, perjanjian yang diterima Hyeri untuk memulihkan harga diri dan kehormatan Huan yang telah tercoreng. Mungkin sekarang perjanjian itu tidak lagi berarti karena Hyeri sendiri menikmati setiap aktivitas yang dilakukannya bersama Hyunno di atas ranjang. Seperti sekarang…

Hyeri mendekap erat Hyunno yang sedang memasukinya, menikmati setiap hujaman dan tusukan Hyunno pada tubuhnya, membiarkan Hyunno megulum dan menggigiti payu dara berisinya.

“Hyunn…. Aahhh….” Hyeri mendapatkan klimaknya. Napasnya memburu tak beraturan.

“Kau lelah?” tanya Hyunno, diusapnya peluh yang memasahi wajah cantik milik kekasihnya.

Hyeri menggangguk pelan, “Tapi kau belum mendapatkannya. Akan ku tahan sampai kau mendapatkannya….”

“Biarlah, aku tak ingin kau dan ury baby terluka karena keegoisanku….”

Yeah, Hyeri sedang hamil muda sekarang. Siapa ayah anaknya? Hyunnolah orangnya. Dua tahun lebih hidup bersama satu atap, tidur diranjang yang sama jelas membuat hubungan Hyeri dan Hyunno semakin intim, bukan?

Hyunno keluar dari lubang surganya, berbaring disamping Hyeri dan mengelus sayang perut wanita cantik itu yang kini mulai agak buncit, “Kalau dia namja aku ingin menamainya Nara, kalau dia yeoja aku ingin menamainya Yuuki.”

Wae?”

Molla….” Hyunno menarik Hyeri ke dalam dekapannya, memeluknya erat dan mencium pucuk kepala wanita yang mengandung anaknya.

“Terkutuklah aku….” batin Hyeri, “Huan, lupakan aku dan temukanlah kebahagiaanmu sendiri. Disini aku bahagia dengan keluarga kecilku.”

Ije

Neoreul da jiwonaetjiman

Modu da biwonaetjiman

Ttodasi biga naerimyeon

Himdeulge sumgyeonwatdeon neoui modeun gieokdeuri

Dasi dorawa neol chatna bwa

Now

I erased all of you

I emptied out all of you

But when the rain falls again

All the memories of you I hide with effort

It all comes back, it must be looking for you

Wednesday, September 12, 2012

8:55:23 PM

NaraYuuki

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s