Contoh Essay Kritik Sastra


Contoh Essay Kritik Sastra

 

Kompleksitas Tokoh Sarah dalam Cerpen Kurungan Sumbi Karya Benny Arnas

Oleh: Yuuki Airissa

Guna memenuhi tugas Kritik Sastra

 

Benny Arnas adalah seorang pengarang cerpen dalam jajaran sastrawan Indonesia yang karyanya layak diperhitungkan. Lahir pada 8 Mei 1983. karya-karyanya tesebar di berbagai media. Selain menulis cerpen, dia juga menulis puluhan antalogi. Beberapa pengharhaan dibidang sastra yang sudah diraihnya antara lain; Balai Bahasa Cup (2009), Radar Pat Petulai Short-Story Award (2009), Best Inspiring Story Writer (2009), Krakatau Awarrd for Poetry (2009), Batanghari Sembilan Award for Literary (2009), Menpora Short-Story Awarrd (2010), and Krakatau Award for Short-Story (2010). Dia juga diundang dalam even sastra Internasional, Ubud Writers & Readers Festival, di Bali (2010). Dia juga tersmasuk satu dari 31 daftar penulis dalam acara Temu Sastrawan Indonesia IV di Ternate (2011).

Salah satu cerpen karya Benny Arnas berjudul Kurungan Sumbi yang berkisah tentang euthanasia dan talasemia yang diderita oleh seorang gadis berusia 18 tahun yang merupakan anak seorang pejabat kaya bernama Sarah. Sebagai seorang anak yang kekuragan kasih sayang Sarah melampiaskan rasa kesepiannya dengan cara merusak dirinya sendiri, jarang makan dan minum, workaholic hingga sengaja menginsomniakan matanya. Hingga kecelakaan yang menyebabkan sarah harus rela kaki kanannya diamputasi, kemudian perkenalan singkatnya dengan seorang pasien leukimia yang berasal dari keluarga miskin yang bernama Sumbi. Sumbi banyak menceritakan tentang dunia luar yang indah, membuat Sarah tenang dan nyaman berada di dekat Sumbi.

Pembaca akan merasa tertarik jika membaca cerpen Kurungan Sumbi karya Benny Arnas ini. Bagaimana Benny memilih judul Kurungan Sumbi, padahal sosok Sumbi adalah sosok yang lemah, namun mampu mempengaruhi dan merubah sifat Sarah yang arogan.

Dalam sebuah cerita tokoh tidak hanya sebagai pelaku cerita tetapi sekaligus pembawa pesan pengarang. Tokoh lebih dinilai pada kualitas pribadi, sifat dan sikapnya, serta segala tindak lakunya, pada kondisi ini posisi tokoh dalam dalam cerita sejajar dengan tokoh pada dunia nyata, seolah ia merupakan manusia yang menjadikan tokoh cerita memiliki kualitas moral dan kerumitan tersendiri seperti tokoh Sarah dalam cerpen Kurungan Sumbi karya Benny Arnas.

Isi dan kerumitan tokoh Sarah yang dihadirkan Benny dalam cerpen Kurungan Sumbi ini menarik untuk dibahas, “… Bukan karena aku ingin menuntut gadis itu atas kebihongannya, bukan pula karena ingin menyampaikan empaty, aku hanya ingin mendengarkan ceritanya yang puitis…” karena melalui kerumitan karakter tokoh Sarah tersebut Benny ingin menyampaikan sebuah pesan kepada pembaca mengenai pelajaran hidup yang sederhana namun memberikan pengaruh dan efek yang luar biasa besarnya terhadap pembaca. Kerumitan Sarah terlihat ketika Sumbi meninggal, Sarah marah, kesal namun ingin tetap bertemu dengan Sumbi.

Tokoh tidak hanya sebagai pelaku cerita tetapi sekaligus pembawa pesan pengarang. Tokoh lebih dinilai pada kualitas pribadi, sifat dan sikapnya, serta segala tindak lakunya, pada kondisi ini posisi tokoh dalam dalam cerita sejajar dengan tokoh pada dunia nyata, seolah ia merupakan manusia yang menjadikan tokoh cerita memiliki kualitas moral dan kerumitan tersendiri seperti tokoh Sarah dalam cerpen Kurungan Sumbi karya Benny Arnas .

Penokohan ialah penggambaran tentang watak tokoh dalam suatu cerita karya sastra. Ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk menggambarkan watak tokoh dalam cerita karya sastra, yaitu: Campuran ialah penggambaran watak tokoh melalui penggabungan cara analitik dan dramatik dengan tujuan untuk saling melengkapi. Analitik cara ini dilakukan pengarang untuk menggambarkan watak tokoh secara langsung.  Dramatik ialah cara pengarang untuk menggambarkan tokoh utama secara tersurat, dengan kata lain tidak langsung. Penokohan cara ini bisa melalui penggambaran tempat tinggal, percakapan/dialog antar tokoh, fisik, tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu dan jalan pikiran tokoh.

Kompleksitas watak atau karakter tokoh Sarah sendiri digambarkan menggunakan cara campuran. Yang pertam pengarang secara langsung menyatakan kalau Sarah mulai mogok makan, jarang minum, workaholic, insomnia sejak orang tuanya sibuk dan tak punya waktu untuk Sarah. Setelah kemunculan Sumbi perlahan-lahan karakter Sarah berubah menjadi terhibur, lebih tenang, dan merasa bahagia, namun ketika Sumbi meninggal Sarah kembali ke karakter awalnya bahkan semakin parah, secara tidak langsung kompleksitas Sarah terlihat dari penggambaran, “… Kau telah membunuh Euthanasiaku. Aku akan dikurung lagi. Dipenjara yang baru yang aku akan bersusah payag membunuh euthanasiaku…”

Didalam sebuah keluarga peran orang tua sangatlah penting. Bukan hanya mencari nafkah untuk anak-anak mereka, melainkan juga memberikan kasih sayang dan perhatian yang diperlukan oleh anak-anak mereka. Dalam cerpen Kurungan Sumbi, diceritakan bagaimana tokoh Sarah yang kekurangan kasih sayang sehingga mengalami depresi hingga mengidap euthanasia, hasrat ingin mati.

Dari tokoh sarah pembaca dapat pelajaran bagaimana harus menyikapi dan memperlakukan seorang anak yang kekurangan kasih sayang orang tuanya. Sekaya apapun dan seberapapun banyak uang yang dimiliki tidak akan mampu membeli kebahagiaan seorang anak. Karena kasih sayang dari orang tua itu sendiri yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak.

Dalam kehidupan bermasyarakat pun sering seseorang yang kekurangan perhatian dan kasih sayang akan merasa dekat dan tergantung dengan orang yang pengertian dan mau mendengarkan keluh kesah kita. Seperti yang dialami oleh Sarah ketika bertemu Sumbi. Kepolosan dan pembawaan Sumbi yang terkesan dewasa walaupun umurnya lebih muda dari Sarah membuat Sarah merasa nyaman dan mempercayai semua kata-kata Sumbi.

Walaupun baru mengenal beberapa hari namun Sarah mempercayai semua kata-kata yang diucapkan oleh Sumbi. Harusnya kita tidak boleh semudah itu percaya kepada orang yang baru beberapa hari kita kenal, karena kita belum mengetahui sikap dan sifat asli orang tersebut agar nantinya kita tidak menyesal.

Seperti Sarah yang menyesali dirinya yang dengan mudahnya percaya pada apa yang Sumbi katakan, menelan semua kata-kata Sumbi tanpa berpikir tentang kelogisan dan kebenaran apa yang dikatakannya, hingga dokter yang selama ini merawatnya mengganggapnya gila, terlihat dari kutipan, “Tampaknya Sarah terkena semacam… gangguan kejiwaan.”

Cerpen Kurungan Sumbi memberikan banyak pelajaran, salah satunya kita tidak boleh langsung mempercayai kata-kata orang lain begitu saja tanpa adanya bukti karena nanti kalau omongan orang tersebut ternyata hanya bualan belaka kita sendiri yang akan menyesal dan merasa tertipu, padahal salah kita sendiri juga yang dengan mudahnya mempercayai omongan orang lain, seperti Sarah yang histeris setelah mengetahui bahwa Sumbi, teman sekamarnya di rumah sakit yang menceritakan banyak hal menyenangkan dan indah yang ia lihat melalui tirai kamar mereka ternyata sudah meninggal. Ternyata selain menderita leukimia Sumbi juga buta. Sarah syock dengan keadaan itu, terlebih ketika tirai kamarnya dibuka, bukannya jendela yang memperlihatkan keindahan dunia luar yang ia lihat, namun hanya sebuah dinding kosong belaka. Dan karena itu pulalah Sarah yang hampir sembuh dari euthanasianya karena cerita yang dituturkan oleh Sumbi kembali harus menelan pil pahit saat euthanasia yang hampir sembuh itu kembali menggelayutinya hanya karena kepergian dan kebohongan seorang Sumbi.

Satu hal yang membuat Sarah bisa percaya begitu saja pada Sumbi adalah kesamaan nasib mereka yang sama-sama tidak diperhatikan oleh orang tua masing-masing. Bila Sarah tak diperhatikan oleh orang tuanya karena orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan mereka, Sumbi sama sekali tidak diperhatikan oleh ke-2 orang tuanya, orang tua Sumbi sama sekali tidak pernah menjengguk Sumbi selama Sumbi dirawat di rumah sakit, mereka hanya mengantar Sumbi ke rumah sakit lalu memasrahkan semuanya kepihak rumah sakit.

Kerumitan tokoh Sarah dalam cerpen Kurungan Sumbi karya Benny Arnas juga terlihat dari kutipan, “… bukan karena aku ingin menuntut gadis itu atas kebohongannya, bukan juga karena ingin berempati atas ketunanetraanya…”. Melalui kutipan tersebut Benny selaku penulis ingin menunjukkan sisi rumit dalam diri Sarah, antara marah, kesal, benci, sedih namun membutuhkan keberadaan Sumbi disekitarnya.

Sama seperti halnya kita pada umumnya, ketika kita dibohongi dan ditipu oleh orang yang kita percaya, pasti dalam diri kita muncul perasaan kesal, marah, sebal, benci, namun juga butuh kehadiran orang tersebut sehingga membuat kita binggung sendiri dengan apa yang sebenarnya kita ingin lakukan, sikap yang bagaimana yang ingin kita tunjukkan untuk mengekspresikan perasaan kita yang rumit tersebut. Hal itu digambarkan oleh Benny dengan sangat baik melalui tokoh Sarah.

Kerumitan tokoh Sarah dimulai dari penyakit kejiwaan euthanasia atau hasrat ingin mati yang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya sendiri, kemudian kecelakaan yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi serta penyakit talasemia yang dideritanya sejak kecil membuat hidup gadis berusia 18 tahun itu berantakan, kemudian pertemuannya dengan Sumbi yang sedikit demi sedikit mampu menyembuhkan euthanasianya, namun kemudian penyakit itu kembali menghantui Sarah, bahkan dokter memvonisnya gila ketika Sarah tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Sumbi semuanya adalah bohong, Sarah pun semakin histeris dengan kenyataan bahwa Sumbi telah meninggal.

Pembaca dapat mengabil banyak hal setelah membaca cerpen karya Benny Arnas yang berjudul Kurungan Sumbi yang sebenarnya menceritakan pengarus seorang gadis buta terhadap orang lain, dalam hal ini tokoh Sarah. Sarah yang histeris seolah-olah terkurung dalam bayang-bayang Sumbi, teman sekamarnya di rumah sakit tempatnya di rawat.

Memang agak rumit untuk bisa memahami isi keseluruhan dari cerpen tersebut, terutama karakter Sarah yang memang sedikit rumit dan membingungkan. Namun apabila kita jelih dalam membaca cerpen tersebut banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil. Misalnya mengenai pentingnya tumbuh dalam sebuah keluarga yang penuh dengan kasih sayang, walaupun waktu yang terbatas namun setidaknya sebuah keluarga yang mendapatkan curahan kasih sayang dari orang tua tidak akan membuat seorang anak merasa kesepian.

.

.

.

Daftar Pustaka

 

 

Aminudin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Arnas, Benny. 2010. Kurungan Sumbi. Story 2010 (13):44-45. Jakarta.

Harjito. 2007. Melek Sastra. Semarang. Kontak Media.

http://abdurrosyid.wordpress.com/2009/07/29/unsur-unsur-intrinsik-dalam-prosa/

http://www.pemustaka.com/esai-sastra-dan-contohnya.html

Nurgiantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University

Press.

Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Sugihastuti. 2009. Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s